Friday, 20 September 2019

Pembangunan Hotel Rugikan Petani Rumput Laut

Minggu, 20 April 2014 — 16:40 WIB
Rumput laut yang akan diekspor ke Brazil. (ist)

Rumput laut yang akan diekspor ke Brazil. (ist)

KEPULAUAN SERIBU (Pos Kota) – Ratusan petani rumput laut Pulau Pari, Kec. Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten  Kepulauan Seribu mengaku rugi ratusan juta rupiah.

Kerugian ini diduga diakibat adanya pembangunan hotel bintang tiga di kawasan Pulau Tengah.

Untuk itu, para  petani mendesak pihak kontraktor  menganti rugi atas kerugian yang diderita mereka.

“Kami sudah beberapa kali mengeluhkan kondisi ini, tapi entah kenapa belum ada ditanggapi serius oleh pihak terkait. Para petani meminta kepada pemerintah agar segera menegur pihak kontraktor, sebab akibat pembangunan hotel itu kami  semua resah,” kata Nurdin,36 warga RT 04/04, Kelurahan Pulau Pari.

Dikatakan oleh Nurdin kondisi seperti ini sudah terjadi sejak tahun 2009 silam. Namun, hingga saat ini belum ada solusi sehingga ratusan warga harus kehilangan mata pencaharian. Sebab budidaya rumput laut ini merupakan salah satu andalan warga untuk menopang kehidupannya.

“Kami beberapa waktu lalu mempertanyakan hal itu pada pihak perusahaan. Tapi, hingga saat ini belum ada solusi. Maka dari itu kami berharap pemerintah Pemkot Kabupaten Kepulauan Seribu, segera turun mengatasi hal ini,”katanya dengan nada kesal.

Dia juga menambahkan memang beberapa waktu lalu  saat musim angin barat dan gelombang tinggi, warga Pulau Pari pernah mendapat bantuan dari pengembang Pulau Tengah berupa mie instan dan satu buah kendaraan baktor atau “odong-odong”.

Namun, menurutnya nilai itu tidak sebanding dengan kerugian yang diderita warga. Akibat aktivitas pembangunan proyek tersebut budidaya rumput laut banyak yang mati. “Untuk itu kami akan terus memperjuangkan hak warga Pulau Pari. Kami juga akan menuntut keadilan, ” tutup Nurdin.

Sementara itu, Tiur Maidah Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu saat dikonfirmasi mengaku tak ada solusi lain dalam permasalahan tersebut, terkecuali apa yang menjadi keluhan warga Pulau Pari ini harus disikapi.

“Caranya simpel, yaitu tanggulangi biaya ganti rugi atas tercemarnya rumput laut. Sebab matinya budidaya rumput lain ini diduga akibat pembangunan tersebut,” pungkasnya. (Wandi/d)