Tuesday, 25 September 2018

Ditetapkan Harga Patokan BBM Subsidi

Selasa, 22 April 2014 — 6:43 WIB
pmben

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menetapkan harga patokan BBM subsidi tahun anggaran 2014.

Dalam Keputusan Menteri ESDM No 2187 K/12/MEM/2014 disebutkan harga patokan jenis BBM tertentu dihitung berdasarkan rata-rata Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Minyak (HIP-BBM) atau Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP-BBN) satu bulan sebelumnya, ditambah biaya distribusi dan margin.

Harga patokan tersebut diberlakukan untuk jenis dan volume sesuai dengan penugasan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu dari Badan Pengatur kepada Pertamina.

Biaya distribusi dan margin yang digunakan sebagai dasar perhitungan harga patokan jenis BBM tertentu sebagai berikut :
o) Premium dan Bio Premium : 3,32 persen pasar Singapura (MOPS) + 484/ liter.
o) Minyak tanah : 2,49 persen MOPS + 263/liter.
o) Solar dan Bio Solar : 2,17 persen MOPS + 521/liter.

Bahkan Pertamina akan diberi tambahan Rp20 per liter, jika realisasi volume penyediaan dan pendistribusian Premium dan Solar berasal dari kilang dalam negeri.

Besaran biaya distribusi dan margin ini akan disesuaikan dalam APBN-P 2014. Kepmen ini mulai berlaku 27 Maret 2014 dan berlaku surut sejak tanggal 1 Januari 2014.

OKTAN DI BAWAH 88

Diberitakan sebelumnya, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan menjual Premium oktan di bawah 88. “Misalnya bensin oktan 84 atau yang dikenal dengan nama bensin biru yang dulu juga pernah dijual Pertamina.”

Bensin biru tepat dipergunakan untuk sepeda motor. Namun untuk mesin kendaraan bermotor di atas 1000 CC akan bermasalah, jika menggunakan bensin biru ini.

Premium yang beredar yang selama ini beroktan 88 nyaris tidak menimbulkan masalah digunakan oleh kendaraan bermotor di atas 1000 CC sampai 3500 CC sekalipun. Sehingga pemilik kendaraan bermotor di atas 2000 CC tidak beralih ke BBM non subsidi.

Sebagai contoh taksi milik perusahaan tertentu yang armada mobil Alphard dan Mercy masih menggunakan premium. “Jadi BBM subsidi semakin laris dibeli oleh siapapun.”
Untuk mengalihkan pemilik kendaraaan di atas 1000 CC menggunakan BBM non subsidi hanyalah menyediakan bensin oktan 84. (setiawan)