Saturday, 15 December 2018

Pemerintah Tetap Lanjutkan Program Raskin

Selasa, 22 April 2014 — 8:31 WIB

JAKARTA (Pos Kota) –  Pemerintah memastikan bahwa program beras untuk rakyat miskin (raskin) akan tetap dilanjutkan. Meski hasil temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan bahwa program raskin banyak masalah di lapangan mulai dari buruknya kualitas beras, penyaluran yang terlambat hingga rumah tangga miskin sasaran yang tidak sesuai.

“Kita sudah 16 tahun menyelenggarakan program raskin dan lebih dari 30 persen penduduk Indonesia sangat menikmatinya,” papar Menko Kesra, Agung Laksono, usai membuka Rakor Tikor Triwulan I Program Raskin, kemarin.

Diakui program raskin memang tak lepas dari masalah. Tetapi masalah tersebut prosentasenya jauh lebih kecil dibanding keberhasilannya. Karenanya tahun ini dipastikan bahwa program raskin akan tetap dilanjutkan dengan jumlah rumah tangga sasaran mencapai 15,5 juta.
Salah satu masalah yang ditemukan KPK dilapangan adalah kondisi beras yang rusak dan berbau. Menurut Agung, kerusakan beras semata-mata karenaa sistem pergudangan yang kurang bagus, sehingga perlu dibenahi.

“Pembenahan tersebut tidak lantas harus menghapuskaan program raskin,” lanjut Agung. Ia mengatakan, apa yang menjadi temuan KPK akan tetap digunakan sebagai bahan perbaikan pelaksanaan program raskin ke depan. Apalagi persoalan tersebut hanya dijumpai dibeberapa daerah saja. “Tidak seluruh daerah, hanya titik-titik tertentu saja. Dan itu yang akan kita perbaiki,” tukasnya.

Agung yang juga Ketua Penanggungjawab Program Raskin Nasional, menambahkan, program penanggulangan kemiskinan ini bersentuhan langsung dengan masyarakat serta melibatkan berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten/ kota, aparat desa/kelurahan, lembaga musyawarah desa, LSM serta tokoh masyarakat.

KPK dalam temuannya, menyebut setidaknya ada 9 masalah dalam program raskin. Di antaranya, harga tebus raskin yang lebih mahal dari seharusnya, kualitas raskin tidak layak konsumsi, indikasi suap kepada petugas lapangan, dan penggelapan uang tebus. (inung/yo)

Foto: Istimewa