Sunday, 18 November 2018

Suami Mau Jadi Bang Toyib Istri Digebuki di Depan WIL

Rabu, 23 April 2014 — 13:46 WIB
nah-sub

URUSAN WIL sering membuat suami jadi lupa daratan. Wahono, 50, dari Panarukan (Jatim) misalnya, gara-gara dipergoki istri ngamar di rumah WIL-nya, malah naik pitam. Walhasil Ny. Rini, 42, yang tak rela suaminya menjadi “Bang Toyib” itu justru digebuki suami sendiri di depan mata sang WIL.

WIL dengan CIL sangat berbeda kelasnya, tapi akibatnya bisa sama: timbulkan perpecahan. WIL alias wanita idaman lain, bisa membuat perpecahan rumahtangga, bukan saja pisah ranjang, bisa juga pisah beneran. Begitu juga CIL yang berartri Capres Idalam Lain, PPP kini jadi pecah juga gara-gara masalah itu. Suryadarma Ali ingin gabung ke Capres Prabowo, tapi Emron Pangkapi – Romahurmuzy justru ingin ke Capres Jokowi. Kini mereka saling pecat.

Gara-gara WIL, kini Wahono dari Dusun Pathek, Desa Duwet, Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, juga mau main pecat pada istrinya, Rini. Soalnya ibu dari sejumlah anak ini telah mengganggu kenyamanan Wahono berselingkuh. Coba bayangkan, sedang asyik-asyinya ”bercengkerama” dengan sang WIL, kok istri datang dan nyap-nyap di depan khalayak, ini kan merusak citra.

Kata orang, perempuan dalam usia 42 tahun sebagaimana Rini, sudah masuk kategori STNK (Setengah Tuwa Ning Kepenak). Tapi meski Rini itu adalah istri sendiri, Wahono tak bisa mensyukuri. Dianalogikan sebuah mobil, katanya sudah tak lagi nyaman dikendarai, bahkan kalau dipaksakan timing belt bisa putus. Mesin jadi panas, kan?

Nah, demi mesin tetap adem dan amper tidak naik, Wahono mencari solusi dengan caranya sendiri. Diam-diam dia pacaran dengan janda muda Utari, 30, warga tetangga desa. Di mata Wahono, perempuan ini tiada duanya. Di samping cantik, nrimo-nya minta ampun. Meski dijadikan WIL, tapi dia tidak menuntut ini itu. Presis Nasdem yang diajak koalisi Capres Jokowi, tanpa menuntut jabatan mentri maupun Wapres.

Tapi Wahono memang keterlaluan. Setelah berhasil “koalisi” dengan Utari, dia jadi lupa keluarga di rumah. Kelakuannya jadi mirip Bang Toyib dalam lagu dangdut itu. Bila Bang Toyib 3 kali lebaran tidak pulang, Wahono sudah tiga minggu juga tak nengok ke rumah, termasuk tidak memberikan logistik rumahtangga.

Awalnya Rini tidak tahu bahwa suaminya punya WIL. Tapi setelah anggaran rumah makin berkurang dan suami jarang pulang ke rumah, kecurigaan suami muncul. Apa lagi setelah berminggu-minggu Wahono tak kembali ke pangkalan, tentu saja dia menjadi sangat gelisah. Ke mana saja suaminya ini? Apakah dia diculik orang? Tapi suaminya kan bukan aktivis, dan Orde Baru sudah lama tumbang.

Tiba-tiba ada tetangga memberi tahu bahwa sering melihat Wahono di sebuah rumah di tetangga desa, tepatnya di rumah janda Utari yang memang cantik. Belum juga selesai informan itu memberi tahu, langsung saja Rini cincing rok dan melabrak ke rumah dimaksud. Ternyata benar, suaminya ada di situ, sedang duduk manis bersama sang WIL. Tak mampu lagi mengendalikan emosi, kontan dia memaki-maki suami prat pret prottttt.

Meski salah, tapi karena dipermalukan di depan publik, Wahono ikut marah sekalian. Istrinya ditempeleng hingga terjatuh, dan terus ditinggal pergi. Dengan wajah simpang siur Ny. Rini mengadu ke Polsek Panarukan, minta suaminya diusut sesuai pasal KDRT. ”Masukkan juga pasal perzinaan, Pak. Soalnya mesti tak jauh dari itu,” kata Rini berap-api.

Sudah lihat sendiri suami koalisi sekalian eksekusi, apa? (HS/Gunarso TS)