Saturday, 24 August 2019

SDA: Koalisi Dengan Gerindra Belum Terjadi

Kamis, 24 April 2014 — 8:40 WIB
Suryadharma-Ali-PPP-n

JAKRATA (Pos Kota) – Ketua Umum PPP Suryadharma Ali  (SDA) menegaskan apapun keputusan untuk islah diterima tapi tetap tidak mau mengakui secara langsung bahwa keputusannya untuk mendukung Prabowo Subianto menjadi calon presiden dan berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam pilpres 2014 nanti adalah sebuah kesalahan yang dibuatnya.

Suryadharma juga tidak mau mengakui kesalahan bahwa tindakannya memecat pihak yang melawan keputusannya adalah satu kesalahan dan pelanggaran AD/ART. Suryadharma hanya mengakui bahwa dukungannya kepada Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI, bersifat pribadi dan keputusan itu harus diformalkan melalui mekanisme partai yang berlaku sesuai AD/ART.

“Secara pribadi, saya tetap mendukung Pak Prabowo. Tetapi secara kelembagaan, harus ada proses yang harus ditempuh,” tuturnya di area Mukernas. Dia juga kembali menegaskan bahwa koalisi dengan Partai Gerindra belum terjadi. “Sehingga, pada hakikatnya koalisi itu tidak ada. Walaupun saya begitu dekat dengan Pak Prabowo, itu belum merupakan suatu koalisi. Secara resmi, PPP belum mengusung Pak Prabowo sebagai calon presiden,” kata Suryadharma, kemarin.

Ketidaksetujuan Suryadharma pada acara gelaran mukernas yang sebelumnya dia katakan ilegal juga terlihat konsisten dengan meninggalkan arena mukernas. Namun jelas kepergian SDA ini juga menandakan inkonsistensinya yang menerima islah karena tidak mengikuti mukernas.

“Dengan demikian, perbedaan pendapat yang terjadi di PPP, dinyatakan telah selesai. Saya juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat, umat Islam dan para pemilih PPP yang merasa terganggu dengan kisruh ini. Semua ini adalah dinamika yang biasa terjadi dalam sebuah parpol,” tuturnya.

Hal ini menyebabkan Mukernas tetap dibuka oleh  Emron Pangkap yang dalam pembukaan masih menyebyut dirinya sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP. Emron mengaku tidak masalah dengan posisinya itu. Padahal, sehari sebelumnya Mbah Mun menegaskan bahwa islah berarti kembali ke posisi semula yang artinya dia tetap menjadi wakil ketua umum.

“Saya ditetapkan sebagai pelaksana tugas ketua umum. Dan hal itu sudah sesuai dengan konstitusi. Untuk itu pula, saya ditugaskan untuk melaksanakan mukernas. Mukernas adalah lembaga kekuasaan tertinggi partai setelah muktamar,” katanya.

Emron yang sebelumnya berani dengan tegas mengatakan bahwa SDA telah melanggar AD/ART ternyata juga berkelit dan tidak berani menyatakan SDA melanggar AD/ART. “Mengenai pelanggaran AD/ART itu kita serahkan kepada peserta mukernas. Saya tidak berhak menjawab hal itu karena itu keputusan mukernas,” tegasnya.

Ketua Majelis Pertimbangan KH Zarkasih Nur menegaskan, dengan islah maka semua masalah yang dihadapi berarti sudah selesai. “Membunuh orangpun bila dimaafkan bisa dibebaskan. Maka, tidak perlu ada sanksi,” tandasnya. (prihandoko/yo)