Sunday, 18 November 2018

Sudah Setahun Jaksa Belum Menahan Pejabat DKI

Kamis, 24 April 2014 — 20:03 WIB
Kejakgung-n

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung memeriksa secara maraton pejabat Suku Dinas Tata Ruang Pemerintah Kota Jakarta Selatan Raden Suprapto. Namun hingga usai pemeriksaan, dia belum ditahan.

“Itu kewenangan tim penyidik, tentu mereka memiliki pertimbangan. Beri mereka waktu untuk bekerja,” kata Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi menjawab soal belum ditahannya tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU), di Jakarta, Kamis (24/4).

Belum ditahannya Rudi seakan mensyiratkan adanya pemberlakuan khusus (diskriminasi), sebab tersangka kasus TPPU di Komisi Yudisial Al Jona Al Kautsar sudah ditahan, meski baru dia kali diperiksa.

Juga M. Bahalwan dalam kasus LTE Major Overhouls Gas Turbine 2. 1 dan 2. 2. Padahal, Rudi sudah ditetapkan sebagai tersangka jauh sebelum kedua tersangka tersebut, yakni 4 Oktober 2013 sesuai surat pertintah  penyidikan: Print-103/F.2/Fd.1/10/2013.

Untung menjelaskan tersangka diperiksa sejak pukul 10. 00 hingga sore di gedung Bundar, Kejaksaan Agung terkait tugasnya di Pemkot Jakarta Selatan.

“Mulai, perijinan dan pelayanan permohonan masyarakat soal Rencana Kota dengan produk, Surat Ketetapan Rencana Kota (KRK) guna permohonan hak atas tanah kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau pengurusan Izin Mendirikan Bangunan serta pembuatan Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD).”

RATUSAN MILIAR RUPIAH

Kasus Rudi yang juga dijerat UU Tipikor No. 31/1999 yang diubah dengan No.21/2000, terjadi tahun 2004 sampai 2012 saat sebagai staf Tata Usaha Sudin Tata Ruang Jaksel hingga menjabat Kepala Seksi Tata Ruang Kecamatan Tebet.

Kejagung menduga Rudi dalam periode tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi perizinan IMB serta pembuatan Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD).

Praktik yang dilakukan memungut uang perizinan hingga berlipat-lipat, mulai Rp225 juta sampai Rp1,8 miliar. Ditaksir ratusan miliar rupiah dikantongi selama rentang waktu delapan tahun. Dan diduga telah
didistribusikan kepada para pejabat. (ahi/d)