Saturday, 20 October 2018

Pasca Ricuh

Undian Kios Lokbin 103 Koja Dijaga Ketat

Kamis, 24 April 2014 — 13:21 WIB
kios-sub

KOJA (Pos Kota) – Pasca terjadinya kericuhan saat pengundian kios Blok B Lokbin Lorong 103 Koja, Jakarta Utara, nampaknya petugas tidak menginginkan hal itu kembali terulang. Untuk mengamankan jakannya lelang puluhan aparat dari pihak Kepolisian, TNI dan Satpol PP melakukan penjagaan ketat proses pengundian itu.

Seluruh peserta lelang maupun warga, sebelum memasuki areal lokbin yang masih dipagari seng, mereka melalui serangkaian pemeriksaan, Kamis (24/4). Ini dilakukan dengan tujuan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu sebelum mendapat kios, para Pedagang Kaki Lima (PKL) dibagikan kupon nomor urut untuk mengundi. Kemudian, nomor tersebut yang menjadi bukti kepada sejumlah petugas melakukan penjaga agar diperbolehkan masuk dalam areal lokbin.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kericuhan yang mungkin timbul. Sebab, pada pengundian yang dilakukan sebelumnya, Selasa (15/4), sempat terjadi ricuh. Para pedagang memprotes jatah khusus kepada 89 pedagang yang langsung mendapat kios tanpa melalui pengundian.

Camat Koja, Rahmad Effendi Lubis, mengatakan untuk membantu jalannya pengundian pihaknya mengerahkan sebanyak 70 satpol PP, 40 personil Kepolisian. Selain itu, sebanyak 10 orang anggota TNI juga dilibatkan.

“Kita hadir disini sebagai bagian dari pengayoman pada masyarakat, tetap yang di depan Satpol, personil kita hanya membantu. Saya berharap, kalau pedagang tidak puas silahkan bicarakan baik-baik saja, pasti ada solusi yang terbaik,” tandasnya.

Rahmat Effendi, menegaskan bahwa setelah proses pengundian selesai, para PKL tidak lagi diperkenankan berjualan di tepi jalan Lorong 103, Koja. Sedangkan terhadap para pedagang yang belum mendapat alokasi kios, ia berharap pihak UPT dapat menyediakan.

Sementara itu Kepala UPT Lokbin Provinsi DKI Jakarta, Orada Sinurat, mengatakan saat ini pihaknya mengeyampingkan beberapa pedagang yang protes. “Tetap masih tidak ada perubahan, sebanyak 220 pedagang diundi untuk mendapat 135 kios yang ada. Sedangkan sisa kios tetap untuk 89 pedagang prioritas,” ujarnya.

(wandi/sir)
Teks Gbr- Pedagang sedang antri untuk mendapatkan nomor pendaftaran. (wandi)