Thursday, 19 September 2019

Istri Sendiri Disuruh Pergi Ipar Dimasukan ke Kamar

Sabtu, 26 April 2014 — 6:23 WIB
dikipar

ORANG Bali ternyata ada juga yang beranggapan bahwa ipe (ipar) itu kepanjangan: iki ya penak (ini enak juga). Buktinya, Nengah, 57, tega mengusir istri sendiri hanya karena ingin memasukkan adik ipar ke dalam kamar.

Tapi sial, saat berasyik masyuk ketahuan istri, meski sempat ngumpet di kolong segala.

Ketika umur menjelang usia 60 tahun, biasanya lelaki sudah kurang maju lagi dalam urusan asmara. Karena katanya soal begituan menjadi milik kawula muda. Bagi yang sudah tua, (ibarat makanan) kalau ada dimakan, jikalau tak ada ya diam saja, takkan sampai gresek-gresek (mencari-cari). Dalam usia itu konsentrasi untuk mencari pahala, bukan lagi urusan paha.

Tapi Nengah dari Jembrana (Bali) memang bukan lelaki biasa. Meski sudah punya cucu, hasratnya masih menyala-nyala seperti kawah Gunung Agung saat meletus. Dalam usia sama, Made Maruti selaku istri sebetulnya masih siap melayani, namanya kewajiban. Tapi yang dimau Nengah ternyata bukan itu. Dia mencari tokoh alternatif, yang bisa membawa perubahan dan paradigma baru dalam kehidupan pribadinya. Kalau istri sendiri mah, bosan: lu lagi, lu lagi…..

Ternyata Nengah memang punya cem-ceman dari kalangan internal. Dia adalah Putu, 48, adik iparnya sendiri, karena dia adalah adik kandung daripada Ny. Made. Ini terjadi bukan sebulan dua bulan lalu, tapi justru sudah 10 tahun yang lewat. Walhasil, selama ini boleh dikata Nengah ini beristri dua. Bila misalnya ada akreditisasi, yang satu (Made) statusnya sudah disamakan, satunya lagi (Putu) baru terdaftar.

Begitu rapinya Nengah – Putu menjalin koalisi tidak resmi, sampai-sampai Made tidak tahu perilaku buruk suaminya. Selama ini kelihatannya baik-baik saja. Tapi belum lama ini ketika ada masalah keluarga, Nengah bersikeras mengusir istrinya dari rumahnya di Lingkungan Pemedilan, Dauh Waru, Jembrana. “Kita cooling down dulu, mawas diri atas perilaku kita masing-masing,” begitu kata Nengah. Alasannya, bila lihat tampang istri bawaannya marah melulu.

Ternyata itu sekedar tipu muslihat Nengah agar bisa lebih bebas berhubungan dengan Putu. Soalnya, begitu istri tinggal di salah satu anaknya yang sudah menikah, diam-diam Nengah membawa Putu masuk ke kamarnya. Walhasil, kewajiban istri yang selama ini menjadi domain Made, diambil alih oleh Putu. Dengan pasangan yang punya chemestry (keserasian) seperti Putu, semangat Nengah memang kembali muda dan menghentak-hentak.

Seperti ada firasat, beberapa hari lalu Made kembali ke rumah. Ternyata di teas ada sepatu perempuan. Ketika diintip, ya ampun…….di dalam suaminya sedang memasukkan seorang wanita yang ternyata adik Made sendiri, yang selama ini tinggal di Banjar Taman, Batuagung. Segera saja pintu digedor-gedor. Tak lama kemudian Nengah keluar dengan berlagak santai, seperti tak ada apa-apa.

“Kamu ngapain sama adik saya, hayo?” sergah Made. Tapi Nengah masih juga berkelit bahwa tak ada Putu di sini, bahkan nantang digeledah kalau tak percaya. Langsung saja Made ambil sapu dan gagangnya untuk nyodok-nyodok di bawah ranjang. Mak genul……, ternyata kena tubuh orang yang sedang sembunyi di kolong. Dan ternyata dia memang Putu yang sudah dicurigainya. Kasus tersebut segera dilaporkan kepada pecalang (Satpol PP) setempat. Sesuai adat Bali, keduanya akan didenda serahkan 2 kwintal beras.

Untung hanya didenda, kalau diaben paksa? (Gunarso TS)