Monday, 20 February 2017

Taruna Tewas Dianiaya, Polres Panggil Ketua STIP

Senin, 28 April 2014 — 19:46 WIB
STIP Marunda

CILINCING (Pos Kota) – Polres Jakarta Utara berencana akan memanggil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Capt Rudiana terkait penganiayaan terhadap taruna STIP tingkat I, Dimas Dikita Handoko, 18, dilakukan 7 taruna senior tingkat II hingga tewas.

Hal tersebut dilakukan untuk mendapat keterangan system pembinaan taruna, terutama tindak kekerasan di kampus STIP. Selain itu, kepolisian juga akan memeriksa taruna STIP tingkat IV terkait tindakannya menyuruh taruna tingkat II untuk melakukan pembinaan terhadap Dimas,cs.

“Sampai saat ini kita masih menindaklanjuti keterangan yang didapat dari korban, untuk memastikan motif di balik pembinaan tersebut. Apakah ada rencana penganiayaan sejak pertemuan awal, itu juga masih kami dalami. Makanya kita akan memintai keterangan taruna tingkat IV,” kata Kasat Reskrim AKBP Daddy Hartadi, Senin (28/4).

Dalam pra rekontruksi yang dilakukan anggota Polres Jakarta Utara di ruang makan bersama kampus STIP Marunda, diduga telah direncanakan oleh para senior STIP terhadap Dimas, cs.

Marvin, salah seorang dari tujuh korban yang disiksa senior STIP, mengatakan, peristiwa itu berawal pada pukul 19.00, pada Senin (21/4).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Hubungan Masyarakat STIP, Heru Widada memberikan pengarahan kepada orangtua taruna tingkat I STIP. (ilham)

Dalam pertemuan tersebut, Marvin diperintahkan mengumpulkan 14 temannya taruna tingkat I pada saat pesiar, Jumat (25/4) malam untuk berkumpul di kosan taruna tingkat II di Kebon Baru, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, untuk diberikan pembinaan.

“Korban dipanggil salah satu seniornya bernama Sidik untuk mengumpulkan 14 temannya di kosan Angga,” ujar AKBP Daddy Hartady.

Pada Jumat malamnya, Dimas, cs kemudian datang ke kosan milik Ibu Siagian yang ditempati taruna senior tingkat II, Angga menggunakan sepeda motor.

Sekitar pukul: 20.00 mereka kemudian mendapat pembinaan, namun instruksi kepada 14 taruna tingkat I untuk hadir ternyata yang datang hanya 7 taruna.

Dari 7 taruna tersebut hanya Dimas yang mengenakan seragam STIP. “Karena banyak yang tidak datang membuat siswa senior marah. Mereka menganggap, Dimas cs, tidak hormat kepada senior. Kemarahan itu kemudian berujung pada pembinaan fisik,” ujar Daddy.

Dalam pembinaan fisik itu, para tersangka kemudian menghidupkan house music agar aksi mereka tidak terdengar para tetangga di area kos.

Seperti binatang mereka kemudian dianiaya dipukuli, ditendang, dan ditampar. Dimas yang mendapat hantaman sempat meringis kesakitan bahkan hingga tersungkur dari hidungnya mengeluarkan darah dan terkencing.

Melihat korban pingsan, para taruna senior mencipratkan air yang ke wajah Dimas agar siuman, lalu mengoleskan minyak angin ke hidung korban. Karena tak kunjung sadar, para pelaku kemudian panik, langsung membawa korban menggunakan mobil milik salah satu pelaku ke rumah sakit Tugu Pelabuhan Koja.

Baru setengah jam mendapat perawatan di IGD rumah sakit, nyawa Dimas Tidak tertolong. Dimas tewas akibat pendarahan di bagian belakang kepala karena benturan dengan tembok yang terjadi berulang kali.

Kepada perawat para tersangsangka saat itu sempat mengaku bahwa Dimas terjatuh di dalam kamar mandi.

DIKELUARKAN

Terkait kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan 7 taruna tingkat II, Ketua STIP, Capt Rudiana mengaku resmi di keluarkan dari kampus STIP. Hal tersebut kelanjutan dari pennonaktifa mereka sejak kejadian tersebut.

“Saya lakukan penindakan mengeluarkan ketujuh taruna dari pendidikan STIP,” jelas Rudiana.

Dijelaskan, meskipun baru dikeluarkan secara lisan, keputusan itu sudah sah dan mereka bukan lagi taruna STIP. Surat keputusan resmi STIP masih dalam proses.

STIP menyerahkan semua sesuai proses hukum di Indonesia. “Penyelidikan ini kami serahkan semua pada kepolisian. Sedangkan untuk proses hukum kami tidak bantu,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, kejadian tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah sehingga tidak diperlukan sanksi-sanksi lain. Sekalipun itu bukan di lingkungan sekolah, Rudi mengatakan bahwa masih ada tanggung jawab sekolah mengingat korban yang meninggal adalah taruna tingkat I STIP.

PERLINDUNGAN

Sebanyak 15 orangtua taruna tingak I STIP Marunda sejak pagi mendatangi kampus, mereka meminta kepastian dan perlindungan keselamatan terhadap anak mereka. Pertemuan dengan pihak STIP berlangsung tertutup di Aula gedung STIP.

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Hubungan Masyarakat STIP, Heru Widada mengatakan, pertemuan itu membahas tentang kesepakatan keluarga dan pihak kampus. Nantinya, akan ada pertemuan lebih lanjut antara orangtua dan pimpinan STIP Marunda.

“Tadi pertemuan hanya sebatas pertemuan keluarga, pembahasan tentang kepentingan bersama. Intinya mengenai tindak lanjut ke depan, masing-masing akan saling evaluasi.

Rencananya hari Rabu mendatang, perwakilan orangtua dari wilayah Jabodetabek berniat mengumpulkan 550 orangtua tingkat 1 agar pihak kampus memberikan jaminan keamanan terhadap anak mereka,” ujar Heru.

Sebelumnya diberitakan, seorang taruna tingkat I STIP Dimas Dikita Handoko meninggal dunia akibat dianiaya 7 seniornya, pada Jumat (25/4) malam. Motif penganiayaan diduga karena Dimas dianggap tidak menghormati para seniornya. (ilham/d)

 

Terbaru

Suasana di sekitar lokasi serangan bom mobil di Mogadhshu. (reuters)
Senin, 20/02/2017 — 11:02 WIB
Bom Mobil Meledak di Mogadishu, 39 Orang Tewas
Kapolsek Limo didampingi Kepala Sekolah SMAN 9 (tengah) membentuk duta pelajar diwakili para OSIS siswa dalam mensosialisasikan halo polisi dan panic button Polresta Depok (angga)
Senin, 20/02/2017 — 10:32 WIB
Kapolsek Limo Angkat Duta Pelajar Hallo Polisi