Saturday, 17 August 2019

Digalakkan, Suntik Vaksin Rabies di Jakarta Utara

Jumat, 2 Mei 2014 — 22:32 WIB
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

KELAPA GADING (Pos Kota) – Untuk mencegah dan melindungi masyarakat Jakarta Utara dari penyakit rabies yang ditularkan dari hewan pembawa rabies (HPR), Sudin Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara Jakarta Utara melakukan suntik vaksin rabies.

Vaksin Jakut01

Seorang petugas sedang sedang melakukan vaksin kepada anjing milik salah seoarang warga. (wandi)

Pada kegiatan ini sebanyak 110 hewan piaraan, seperti anjing, kucing, dan kera diberi suntikan antirabies.

Kasudin Peternakan Perikanan dan Kelautan, Jakarta Utara Sri Haryati mengatakan tujuan diberikan vaksinasinya kepada hewan pembawa rabies untuk memberikan kekebalan terhadap hewan pembawa rabies peliharaan.

“Vaksinasi ini juga untuk melindungi masyarakat terhadap hewan pembawa rabies. Sasaran kami adalah hewan peliharaan milik warga. Sebab binatang itu sangat rentan dengan penyakit menular tersebut,” kata Si Haryati, Jumat (2/5).

Dikemukakannya, dalam kegiatan vaksinasi rabies ini pihaknya masih mengalami beberapa kendala, seperti pemilik hewan sulit di temui, pemiliknya malas untuk menemui petugas, dan hewan tersebut sulit dikendalikan saat akan dilakukan penyuntikan.

Sri Haryati menargetkan, pada 2014 ini, 2.500 hewan peliharaan akan divaksin rabies. Namun, hingga saat ini baru ada sekitar 110 hewan peliharaan yang dilakukan.

“Saya yakin target itu akan tercapai, meski begitu saya juga berharap kerjasama seluruh masyarakat untuk mendukung program  Jakarta Utara bebas dari Rabies,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Kasudin P2K, Jakarta Utara langkah pertama jemput bola suntik vaksin ini baru dilakukan di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, melibatkan petugas dari Sudin P2K juga, pengurus RT/RW dan pihak kelurahan.

Usai dilakukan penyuntikan, petugas memberikan surat keterangan vaksinasi, dan stiker vaksin anti rabies sebagai tanda bukti hewan itu sudah di vaksin.

Sementara Lurah Pegangsaan Dua  Didit Mulyadi mengatakan wilayahnya memang  sudah dilakukan vaksin pada hewan penular rabies, dan akan terus siap mendukung agar wilayahnya selalu bebas rabies.

“Memang di wilayah kami masih banyak masyarakat memelihata binatang yang rentan dengan penyakit rabies. Makanya kami secara berkala enam bulan sekali melakukan vaksinasi,”terang Didit. (wandi/d)