Saturday, 24 August 2019

Hingga April Terjadi 280 Kasus Kebakaran di Jakarta

Sabtu, 3 Mei 2014 — 7:30 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Bahaya kebakaran masih mengancam Jakarta. Hingga April 2014 ini sudah terjadi sekitar 280 kasus kebakaran dengan kerugian ditaksir Rp51 miliar dan menelan 4 nyawa dengan belasan luka-luka. Hal tersebut terjadi karena masih terdapatnya sekitar 53 titik darah rawan kebakaran di ibukota.

Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta Subedjo mengatakan penyebab utama kebakaran selama empat bulan tersebut masih didominasi arus listrik pendek atau korsleting yang menimbulkan kebakaran. Dari total jumlah kasus kebakaran tersebut, sebanyak 209 kasus terjadi akibat arus pendek.

“Selebihnya penyebabnya karena faktor lainnya seperti kompor meledak ada 19 kasus, akibat rokok di dalam rumah ada 6 kasus dan lain-lain ada 46 kejadian,” kata Subedjo, Jumat (2/5).

Untuk mencegah semakin tingginya jumlah kasus kebakaran di Jakarta, Subedjo mengimbau warga Jakarta lebih waspada dan berhati-hati lagi. Khususnya menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebab kebakaran.

“Saya imbau warga lebih berhati-hati lagi agar tidak menjadi korban si jago merah. Khususnya dalam pemakaian kabel listrik. Jangan menumpuk steker. Terus periksa instalansi listrik masing-masing apakah layak atau tidak, apakah sambungannya kencang atau tidak,” ujarnya.

Karena berdasarkan data Dinas Damkar dan PB DKI sendiri, setiap tahun jumlah kebakaran di Jakarta selalu memiliki jumlah kasus cukup banyak. Seperti pada Januari-September 2013, jumlah kasus kebakaran tercatat mencapai 712 kasus dengan total kerugian mencapai Rp124 miliar. (john)