Tuesday, 20 November 2018

Lolos ke Senayan, Sofyan Tan Kucurkan Dana Rp731 Juta

Minggu, 4 Mei 2014 — 13:10 WIB
sofyan1

SOSOK Sofyan Tan sangat dikenal di Sumatera Utara khususnya di Medan. Belajar dari kegagalannya lolos menjadi anggota DPD tahun 2004 dan Walikota Medan tahun 2010 tidak membuat pria ethnis Tionghoa ini berkecil hati.

Fonomena Sofyan Tan semakin kental di mata masyarakat. Terutama kontribusinya di bidang sosial. Apalagi sejak tahun 2009 bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuaan (PDIP), namun Sofyan Tan semakin bersinar.

Desakan partai dalam hal ini Megawati Soekarno Putri untuk maju menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI, membuat Sofyan Tan termotivasi.
“Saya maju caleg atas desakan partai. Mengingat lumbung suara PDIP salah satunya adalah Kota Medan,”ungkap Sofyan saat menerima Pos Kota di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan.

Namun, Sofyan sadar, sangat dibutuhkan dana yang cukup besar dalam menunjang pencalonan dirinya menjadi caleg.
Walaupun begitu dokter alumni Universitas Methodist Indonesia Medan tahun 1990 ini tidak kecut dan meminta saran dari relasinya.

“Sangat dibutuhkan dana yang cukup besar. Apalagi untuk caleg DPR RI. Sementara saya tidak memiliki dana,”ujar suami Elinar ini.

Atas dorongan teman-temannya di partai terutama keluarga, akhirnya ayah empat anak ini memutuskan untuk maju.
Awalnya dengan bekal uang Rp 500 juta, Sofyan Tan memdaftarkan diri ke KPU untuk maju caleg DPR RI.

Namun, mengingat pencalonannya harus ditopang melalui iklan di media akhirnya dana operasionalnya membengkak menjadi Rp 731 juta.

“Untuk iklan di media saya harus keluarkan dana Rp100 juta lebih,”ucapnya.

Walaupuan dana tidak sesuai dengan target, pria kelahiran 25 September 1959 di Medan ini memutuskan tetap maju.

“Saya kewalahan dana. Karena target awal hanya Rp500 juta,”akunya.

Yang membuat Sofyan terharu karena ada relawannya mau membantu pinjaman dana Rp200 juta. Si relawan mengetahui Sofyan kekurangan dana dan siap membantunya walaupun si relawan juga meminjam uang tersebut dari orang lain.

“Relawan tersebut adalah salah satu orang tua anak asuh saya. Kebetulan anaknya sekolah di Perguruan Sultan Iskandar Muda ini,”terangnya tanpa menyebutkan identitas relawan tersebut.

Sofyan menyadari persaingan caleg di Dapil Sumut 1 meliput Kota Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Tebingtinggi sangat berat. Apalagi disitu bercokol nama-nama yang tak asing lagi seperti Ruhut Poltak Sitompul, Sutan Bhatoegana, Meutya Hafid, Tifatul Sembiring dan Firman Jaya Daely. Tidak salah kalau orang menjuluki dapil Sumut 1 adalah dapil neraka. Mereka memiliki kekuasaan dan dana.

Akhirnya Dr. Sofyan Tan yang dianugerahi marga Ginting ini meraih suara terbanyak dengan meraup 113.717 suara menggunguli rekannya sesama caleg PDIP Irmadi Lubis dengan 46.039 suara yang juga lolos ke Senayan.

Selain Sofyan Tan, wajah baru yang juga lolos ke Senayan dari Dapil Sumut 1 adalah anak Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem), Pranda Surya Paloh, caleg PAN, Mulfachri Harahap dan caleg Partai Gerindra, Muhammad Syafii.

Selebihnya wajah lama yakni caleg PKS Tifatul Sembiring, caleg PDIP Irmadi Lubis,caleg Partai Golkar Meutya Viada Hafid, caleg Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, caleg PPP Hasrul Azwar dan caleg Partai Hanura Nurdin Tampubolon.

Kemenangan Sofyan Tan disambut gembira oleh keluarga,partai, simpatisan dan relawannnya. Apalagi meraup suara terbanyak.

Pendiri Yayasan Sultan Iskandar Muda,Medan ini sangat menjunjung tinggi nilai pluralisme dan kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Sumatera Utara.

Menurut dia, kemenangan ini merupakan hasil kerja keras dan ridho Tuhan Yang Maha Esa.

“Selaku umat beragama, patut saya syukuri kemenangan ini. Walaupun dana terbatas. Tidak memajangkan baliho besar dan kampanye terbuka, Baik itu isu SARA,”ucapnya terharu.

Pria berusia 54 tahun ini juga mengaku kemenangan ini tidak luput dari dorongan ibu Megawati selaku Ketua Umum PDIP. Karena menurut Sofyan, sosok ibu Megawati adalah penuh keibuan, lembut dan nyaman, apalagi bila berada disampingnya.

“Ibu Megawati orangnya tegas, komitmen dengan pilihannya. Bila ibu Mega memutuskan sesuatu sulit untuk dirubah,”tegasnya.

Pria yang dikenal aktivis sebelum terjun ke dunia politik ini berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumatera Utara terutama di bidang pendidikan.
“Setelah duduk di DPR saya ingin di komisi pendidikan karena dunia pendidikan adalah darah daging saya,”tutupnya.

(kristo samosir)

Foto: Ist

  • bagong

    di medan satu suara brp Rp..?

  • bagong

    di medan satu suara brp Rp..?