Sunday, 22 September 2019

Sosialisasi Minim, Penerapan Denda Rp20 Juta di Monas Diundur

Selasa, 6 Mei 2014 — 14:43 WIB
razia-monas-2

GAMBIR (Pos Kota) – Penerapan sanksi denda Rp20 juta terhadap pengunjung yang jajan makanan dan minuman di Kaki-5 kawasan Taman Monumen Nasional (Monas) Gambir, Jakarta Pusat, diundur, Selasa (6/5). Lantaran, sosialisasi terhadap Peraturan daerah (Perda) tersebut masih minim dilakukan.

“Kita undur sebulan lagi, karena dirasa sosialisasi masih minim sehingga bila diterapkan hari ini (Selasa, Red) pengunjung akan terkejut,” terang Kasatpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi, dengan di dampingi Kasatpol PP Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi, di lapangan IRTI Monas.

Pengunduran waktu penerapan sanksi denda tersebut, sambungnya, dipastikan juga tidak akan membuat pedagang Kaki-5 kian menjamur. “Kita akan rutinkan razia gabungan seminggu sekali di kawasan ini, kalau perlu justru setiap hari,” ungkapnya.

Bersamaan dengan itu, sebanyak 100 petugas Satpol PP Jakarta Pusat dan Garnisun menggelar razia di kawasan Taman Monas. Kegiatan tersebut diduga bocor lebih dulu, karena petugas hanya mendapati lapak dan barang dagangan milik penjual yang sengaja ditinggalkan saat mengetahui ada razia.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Taman Monas, Firdaus Rasyid, terkait hal itu akan memperbanyak spanduk sosialisasi terhadap penerapan sanksi denda Rp20 juta. “Selama ini baru ada di depan gerbang pintu masuk, nanti kita pasang juga di dalam,” ungkapnya.

Sebelumnya, UPT Taman Monas, akan menerapkan sanksi denda Rp20 juta terhadap pengunjung yang jajan makanan dan minuman di Kaki-5 kawasan tersebut, mulai Selasa (6/5). Penerapan tersebut, dilakukan untuk menertibkan pedagang Kaki-5 di tempat rekreasi tersebut.

(deny/sir)
Teks Gbr- Petugas Satpol PP hanya mendapati lapak dan barang dagangan yang ditinggalkan penjualnya saat mengetahui adanya razia. (deny)