Saturday, 17 November 2018

Terhadap 113 Anak Kecil

Lokasi Pemandian Air Panas, Saksi Bisu Emon Lampiaskan Nafsu Seks

Rabu, 7 Mei 2014 — 17:13 WIB
kasimandi

SUKABUMI (Pos Kota) – Pemerintah Kota Sukabumi akan mensterilkan lokasi tempat kejadi perkara (TKP) pelecehan seksual dengan tersangka AS alias Emon, 24. Lokasi tersebut yakni bekas tempat wisata pemandian air panas Lio Santa di Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi, HM Muraz menyatakan akan meratakan seluruh bangunan yang ada di bekas objek wisata pemandian air panas dan ditutup agar tidak ada warga lagi yang datang .

“Di lokasi juga aka ada penjaga agar siapapun yang ingin masuk dilarang. Diakuinya, bekas objek wisata tersebut sering digunakan oleh warga dan anak-anak untuk berenang dan berendam,” ungkapnya.

Diakui Muraz, rencananya objek pemandian air panas tersebutdipugar kembali untuk dijadikan tempat wisata. Sejauh ini sudah ada beberapa investor dengan pola kerja sama dengan pihak swasta.

“Sudah ada tiga insvestor yang menyatakan ingin mengelola dan membangun bekas tempat wisata Santa itu, tapi karena terhambat oleh pemilihan legislatif sehingga proses lelangnya menjadi terhambat,” tambahnya.

Pemandian wisata Taman Air Panas Santa (TAPS) yang berlokasi di Kampung Lamping Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi pernah menjadi kebanggan masyarakat Kota Sukabumi. Pada masa keemasannya, keberadaan objek wisata pemandian Santa sempat menyedot perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Mereka datang kelokasi objek wisata Santa selain menikmati air panas.

Namun hampir selama 10 tahun, salah satu objek andalan wisata Kota Sukabumi ini menjadi terbengkalai. Kondisinya semrawut karena tidak dikelola secara baik. Karena terbengkalai, lokasi ini kerap sering dijadikan tempat mesum.

Banyak pihak yang menyayangkan terbengkalainya pengelolaan Taman Santa Lio. Padahal lokasi ini banyak menjadi incaran investor.

Predator seksual asal Sukabumi ini sering terlihat di sekitar pemandian air panas di mana dia beraksi. Emon sering duduk sendirian di sebuah bangku di dekat lokasi itu. Seorang pemilik warung, Enjang Mulyana (50) mengaku sering melihat Emon.

“Sering lihat orang ini. Memang ya sering duduk di bangku itu. Sendirian aja. Nggak pernah kelihatan sama anak kecil,” kata Enjang saat ditemui di lokasi.

Enjang mengatakan jika Emon sering terlihat sekitar pukul 10.00 WIB hingga selepas pukul 12.00 WIB. Penampilan Emon tampak biasa dan tidak mencolok. (sule)

TEKS: Salah satu sudut lokasi pemandian air panas Lio Santa yang dijadikan lokasi eksekusi pelcehan seksual Emon terhadap korbannya.