Monday, 19 August 2019

Penggabungan Pertagas-PGN Bertentangan Dengan Strategi BUMN

Jumat, 9 Mei 2014 — 20:02 WIB
logo-pgn-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggabungkan Pertagas, anak usaha Pertamina dengan PGN sangat bertentangan dengan strategi dan roadmap BUMN sebelumnya.

“Strategi dan roadmap Kementerian BUMN sebelumnya akan menata BUMN dengan membangun perusahaan holding yang kuat untuk perusahaan sejenis,” kata Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), S Zakaria, Jumat (9/5).

Konsep ini sudah diterapkan dan sukses untuk industri pupuk, industri semen dan industri jasa pelabuhan.  Sehingga akan dilanjutkan lagi untuk sektor industri lain termasuk migas.

“Jadi bertentangan juga dengan roadmap Pertamina untuk menjadi perusahaan migas dunia dan selanjutnya perusahaan energi penguasa Asia,” jelasnya.

Jika rencana menggabungkan Pertagas ke PGN tetap dijalankan, S Zakaria menegaskan berarti lagi-lagi Menteri BUMN Dahlan Iskan melanggar arahan Presiden agar  tidak membuat keputusan strategis yang berdampak besar bagi negara.

“Tak hanya itu, masyarakat juga akan bertanya-tanya. Ada apa di balik rencana ini?” ujarnya. Namun terlepas dari itu, ia mengemukakan ada baiknya melihat praktik industri migas dunia. Perusahaan migas raksasa dunia seperti Shell, BP, Chevron, Statoil, Petronas dan lain-lain, jelas-jelas berbisnis minyak dan gas, bukan hanya minyak.

Mereka bahkan juga masuk ke industri Petrokimia sebagai turunannya untuk memacu pertumbuhan perusahaan seperti yang terakhir ini di Thailand. (setiawan/yo)

Foto: Istimewa