Wednesday, 21 November 2018

PNPM Dorong Masyarakat Miskin Hidup Mandiri

Sabtu, 10 Mei 2014 — 18:21 WIB
logo-pnpm

JAKARTA (Pos Kota)- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri terbukti mampu menghasilkan individu juara yang mampu memberikan inspirasi bagi semua. Melalui program ini kata Deputi Koordinasi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan masyarakat Kemenko Kesra Sujana Royat, masyarakat miskin dan terpinggirkan dapat mewujudkan impiannya, hidup mandiri dan sejahtera.

“Jadi PNPM Mandiri tak sekedar berurusan dengan pembangunan infrastruktur. Program ini juga menyentuh langsung ke persoalan individu,” jelas Sujana disela temu nasional PNPM Mandiri, Sabtu (10/5).

Karena itu, tak ada alasan bagi pemerintah untuk menghentikan program PNPM Mandiri. Justru pada pemerintahan yang akan datang, program PNPM Mandiri perlu diperkuat dan diperluas cakupan masyarakat yang menjadi sasaran.

Malah kata Erna Witoelar, mantan Dubes MDGs, dana bansos sebaiknya di PNPM-kan saja. Artinya proses penyalurannya menggunakan mekanisme penyaluran dan pemanfaatan dana PNPM Mandiri. “Selama ini dana bansos kan diberikan begitu saja pada masyarakat. Alangkah bagusnya jika mekanisme penyalurannya seperti pada PNPM Mandiri,” jelasnya.

Menurut Erna, PNPM Mandiri baik yang disalurkan ke masyarakat perkotaan maupun masyarakat perdesaan saat ini bukan sekedar slogan belaka. Tetapi pada praktiknya mampu membuat masyarakat miskin bisa hidup mandiri dan lebih bermartabat.

“Melihat fakta tersebut tentu ini menjadi alasan kuat mengapa program PNPM Mandiri perlu untuk terus dilanjutkan pada masa yang akan datang,” jelasnya.

Senada juga dikemukakan Anggota DPR Budiman Sujatmiko. Lahirnya UU Desa dimana nantinya setiap desa mendapatkan bantuan dana, bisa dikoordinasikan dengan program PNPM Mandiri. “Justru dengan UU Desa ini, keberadaan PNPM Mandiri bisa lebih diperkuat keberadaannya,” kata Budiman.

Sejak cikal bakal PNPM Mandiri lahir yakni tahun 1998 hingga saat ini sudah sekitar 8 juta penduduk miskin menikmatinya. Dari evaluasi setiap tahun, angka penyimpangan penggunaan dana relatif sangat kecil. Misalnya untuk 2013 dimana dari total dana PNPM Mandiri senilai Rp10 triliun, penyimpangan hanya ditemukan sekitar 0,4 persen.

“Jadi kesimpulannya, kalau masyarakat miskin dikasih kesempatan dan peluang untuk maju, mereka mampu. Bisa kasih hasil yang memuaskan,” tandas Budiman. (inung/yo)

Foto: Istimewa