Sunday, 18 November 2018

Atasai Banjir, Pemkot Jakut Bangun Lima Rumah Pompa

Senin, 12 Mei 2014 — 6:28 WIB
Rumah pompa

Rumah pompa

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Penurunan muka tanah di wilayah Jakarta Utara menjadi perhatian khusus Pemkot Jakarta Utara. Sebab setiap tahun penurunan muka tanah di wilayah pesisir Jakarta ini mencapai 10 Cm – 18 Cm. Jika dibiarkan, wilayah setiap kali terjadi hujan dan air pasang tentu akan menimbulkan dampak banjir yang semakin meluas.

“Saat ini jalan paling aman untuk menyalamatkan Jakarta Utara dari banjir adalah membuat sistem polder terpadu. Dia mencotohkan, sistem polder di Pantai Idah Kapuk (PIK). Meski wilayah itu dekat sekali dengan laut itu, namun diperkirakan tidak akan banjir. Karena memang poldernya sudah baik,” ungkap Wagiman Silalahi Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Utara.

Meski sudah ada contoh, namun memerlukan waktu panjang. Ini dikarenakan di lapangan sudah sangat berantakan. Disini pemerintah harus menyusun strategi agar warga mendukung pembangunan tersebut. Sebab, nanti tidak sedikit pemukiman warga harus digusur untuk pembangunan polder ini.

“Saat ini kami bekerjasama dengan Dinas PU DKI terus mengupayakan agar wilayah rawan banjir di Jakarta Utara dapat ditangani. Sedangkan sistem polder merupakan program jangka panjang yang harus dilaksanakan dengan melibatkabn instansi lain. Selain itu, warga pun harus berperan aktif untuk mensukseskan program ini,”jelasnya.

Meski begitu, dalam jangka pendek ini pihaknya memfokuskan mengurus 182 saluran penghubung (Phb) dan 13 kali yang bermuara di wilayahnya. Tahun ini, 96 kegiatan untuk memastikan seluruh saluran air mikro dan saluran air makro berfungsi dengan baik. Namun, hingga saat ini pelaksanaan belum dilakukan, namun dirinya yakin tahun ini semua kegiatan sudah selesai.

Bukan hanya itu, Dinas PU DKI Jakarta saat ini juga bekerjasama dengan pihak swasta akan membangunan lima rumah pompa baru di Jakarta Utara yaitu di Kali Kamal Muara, Kali Karang, Kali Angke, Gunung Sahari Hilir (Kali Ciliwung Kota), dan Kali Sentiong.

“Kami targetkan 2016 ada lima rumah pompa baru sudah selesai dibangun. Karena kerjasama dengan swasta saya rasa bisa berjalan tanpa harus menunggu lelang,” tegas dia. (Wandi)

Foto ilustrasi

  • Mangap

    Coba kerahkan juga perusahaan properti besar agar ikut mengurangi banjir, misal Green Garden harusnya ikut menyediakan pompa banjir agar daerahnya bebas dari banjir dan juga Jalan panjangnya nggak terputus.