Wednesday, 14 November 2018

Pengamat: Melalui ‘Parpol Loyalis’ SBY Main ‘Dua Kaki’

Selasa, 13 Mei 2014 — 19:58 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA (Pos Kota) – Pengamat Politik dari Universitas Indonesia,  Muhammad Budyatna menegaskan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo  Bambang Yudhoyono (SBY) bermain politik ‘dua kaki’ untuk mengamankan  diri dan keluarganya dalam pilpres ini.

SBY akan mendukung Prabowo Subinato, tapi juga akan mendukung Joko Widodo. “SBY akanakan menggunakan partai-partai anggota koalisi yang selama ini loyal kepadanya untuk menyebar di dua kubu tersebut. Dia menggunakan PAN dan PPP ke  Prabowo dan menggunakan PKB untuk mendekat ke Jokowi. Dia tidak akan  mau hanya terlihat berpihak pada satu capres,” ujar Budyatna ketika dihubungi wartawan, Senin (12/5).

Kritik SBY mengenai isu nasionalisasi perusahaan asing yang digaungkan oleh Prabowo dan pernyataan bahwa dia tidak akan mendukung calon presiden yang memiliki ide seperti itu menjadi mentah ketika Ketua Umum PAN, Hatta Radjasa ternyata merapat ke Prabowo untuk menjadi cawapres.

Partai “loyalis SBY”  ini menurutnya tidak akan melangkah tanpa restu SBY. ”Rasanya aneh Hatta ke Prabowo tanpa mendapatkan restu dari SBY. Begitu juga dengan PPP yang ikut merapat ke Prabowo dan PKB ke Jokowi,” tambahnya.

Sikap SBY yang seperti ini menurutnya sangat strategis karena dengan masalah yang harus dihadapi dirinya dan keluarganya, SBY perlu menempatkan para loyalisnya di masing-masing partai.

Akan sangat riskan kalau SBY hanya bermain satu kaki saja dengan mendukung satu calon presiden saja atau mengusung calon presiden sendiri.

”SBY sudah 10 tahun jadi presiden.Indikator kemenangan SBY tidak bisa dilihat dari capres yang diusungnya, tapi lebih pada posisi dirinya yang aman,” tambahnya.  (prihandoko/d)