Monday, 20 November 2017

Tukang Somay Cabuli Bocah 11 Tahun

Selasa, 13 Mei 2014 — 15:42 WIB
broken rose-n

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun  diduga diperkosa sebanyak empat kali oleh kakek tukang siomay. Korban pun melapor ke Polres Jakarta Selatan, Selasa (13/5).

Kakak kandung korban, IS , 22, menjelaskan kejadian berawal terjadi Senin 12 Mei 2014, sekira pk 15.00 sore, di pinggir jalan Tol JORR Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jaksel.

Pelaku bernama Bahri, 68, yang juga tukang somay itu diduga melecehkan  S. “Itu kejadian yang sudah ke empat kalinya kata adik saya dua kali tubuhnya diraba dan dua kali dilecehkan ,” kata Imam di Mapolres Jaksel.

Berdasarkan LP No. LP/796/K/V/2014/PMJ/Restro Jaksel yanggal 12 Mei 2014, pelapor mengatakan bahwa awalnya tak ada yang tahu mengenai kejadian tersebut.

Namun kakak korban N, mendapat laporan dari tetangganya yang juga teman sebaya S bahwa sang adik mendapatkan pelecehan seksual dari tukang Siomay.

Mendapat informasi tersebut sebagia kakak menjemput pelaku di lokasi tempat dia berdagang. Saat itu pula, Imam langsung menggiring pelaku ke rumah Ketua RT setempat. “Dia mengaku kalau sudah melecehkan adik saya. Dan adik saya juga di iming-imingi uang sebesar Rp10 ribu,” kata Imam.

Imam mengaku, memang tidak ada keanehan dari sang adik pasca insiden kejahatan seksual yang diterima S. Itu lantaran sang adik memang memiliki sifat pendiam.

Kini korban mengalami trauma yang selama ini dirasakan bocah yang sekolah negeri di kawasan Bintaro tersebut mulai dirasakan pihak keluarga.

Korban dari tiga bersaudara yang telah ditinggal sang ibu, Mariam beberapa tahun lalu itu mulai mengalami trauma. Ketika melihat banyak orang, dia ketakutan. “Bahkan setelah kejadian itu, adik saya pingsan hingga 11 kali,” katanya.

Pihak keluarga juga telah melakukan visum di Rumah Sakit Sekopol, Ciputat, Tangerang Selatan. Hasilnya menunjukkan bahwa ada luka robek di bagian alat vitalnya.

Kanit PPA Polres Jaksel Iptu Nunu mengatakan saat ini pelaku yang sudah kakek-kakek tersebut sudah diamankan polisi. “Belom kami periksa pelakunya, tetapi sudah diamankan apakah masih belom kita tetapkan tersangka,” kata Iptu Nunu. – adji/d