Friday, 20 September 2019

Tujuh Lembaga Negara Susun Draf Inpres Penanganan Kekerasan Terhadap Anak

Kamis, 15 Mei 2014 — 6:55 WIB
sodormi33

JAKARTA (Pos Kota)- Tujuh lembaga negara bahas draft Inpres penanganan kekerasan terhadap anak. Hasil pembahasan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Presiden SBY untuk diterbitkan menjadi Inpres.

Ke-7 lembaga Negara tersebut adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Sosial, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Draft sedang kita susun dengan melibatkan sejumlah instansi. Nanti kita serahkan hasilnya kepada presiden,” papar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Linda Amalia Sari kemarin.

Tetapi kapan draft tersebut akan diterbitkan sebagai Inpres, Linda mengaku tidak tahu persis. “Saya rasa segera ya,” lanjutnya.

Ide diterbitkannya Inpres penanganan kekerasan terhadap anak tersebut dilator belakangi makin meningkatnya kasus kekerasan pada anak. Tahun 2014 saja sesuai catatan dari KPAI terdapat 3.200 anak Indonesia menjadi korban dan pelaku kekeran.

Kasus paling mengemuka adalah perbuatan asusila berupa sodomi terhadap anak usia 5 tahun di Jakarta International School(JIS) yang dilakukan oleh oknum petugas kebersihan toilet sekolah tersebut.

Ada juga kasus Emon, pedofil dan homoseksual dari Sukabumi, Jawa Barat, yang menyodomi lebih 100 anak-anak. Terbaru adalah bocah 15 laki-laki usia 15 tahun yang diperkosa seorang PNS di Jawa Barat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri sempat menyatakan keprihatinannya dan memaklumi kemarahan masyarakat pada kondisi maraknya kekerasan seksual pada anak. Karena itu, presiden menyatakan pentingnya ada revisi UU Perlindungan Anak.

Linda mengatakan bahwa keluarga memegang peranan penting untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan pada anak. “Pencegahannya mulai dari keluarga, khusunya bagaimana pola asuh yang diterapkan,” kata Linda.

Kemajuan teknologi digital di satu sisi memberikan manfaat besar bagi peningkatan pengetahuan anak-anak. Tetapi disisi lain, kasus kekerasan terhadap anak meningkat pesat. (inung)

  • astrid

    lembaga2 terkait yg menyusun inpres ini jg diharapkan terus melakukan koordinasi