Saturday, 22 September 2018

Indonesia Pemasok Utama Kertas Al Qur’an Dunia

Senin, 19 Mei 2014 — 18:47 WIB
Al Quran Sinar Mas

JAKARTA (Pos Kota)- Indonesia menjadi pemasok utama bagi bahan baku kertas untuk kebutuhan penulisan Al Qur’an didunia. Bahan baku kertas Al Qur’an dengan spesifikasi  tekstur dan kualitas cetak khusus tersebut diproduksi oleh PT Indah Kiat Pulp and Paper (anak usaha Sinar Mas) dengan nama Sinartech atau Qur’an Paper.

“Dengan total produksi sebanyak 12 ribu ton pertahun, sekitar 80-90 persen diantaranya terserap pasar internasional utamanya  negara-negara Timur Tengah antara lain Mesir, Turki, Suriah, Lebanon yang merupakan pusat percetakan Al Quran bagi seluruh dunia,” jelas Managing Director Sinar Mas G.Sulistiyanto, Senin (19/5).

Besarnya prosentase ekspor kertas Al Qur’an tersebut menurut Sulistiyanto menjadi bukti bahwa Sinartech, kertas produksi dari Tangerang Selatan berhasil menembus pasar global.

Sebagai negara dengan penduduk Islam terbanyak di dunia, dikatakan Sulistiyanto,  Indonesia memiliki kebutuhan kitab suci Al Quran yang sangat besar.

Data Kementerian Agama tahun 2011, kebutuhan Al Qur’an dalam negeri mencapai 2 juta mushaf per tahun. Namun, hingga kini pencetakan  secara nasional baru bisa memenuhi kebutuhan sekitar 50 ribu – 60 ribu mushaf saja.

“Untuk itu, APP berinisiatif mengadakan wakaf Al Quran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelas Direktur Corporate Affairs and Communication APP Suhendra Wiriadinata.

Sepanjang lima tahun terakhir ini, APP melalui kegiatan corporate social responsibilty (CSR) telah mewakafkan lebih dari 70 ribu mushaf Al Quran di berbagai kota baik kepada lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan maupun kelompok masyarakat lainnya termasuk pada Kodam III/Siliwangi ke 67 yang memperingati HUT ke-67 pada 20 Mei. (Inung/d)

foto :

Deputy Director PT BSD Tbk, Wawan Setiawan, memberikan Al Quran kepada Pengurus Masjid Nurul Falah Kampung Dadap Serpong,
mewakili  Sinar Mas Land . dok: FB

  • Karyawan Kiat Pulp

    Harap MUI menyelidiki kehalalan kertas tersebut,sebab siapa yang punya pabrik? dan kebersihan para karyawan ketika selesai buang air kecil atau besar dan bekerja kembali tidak pernah mengucapkan Bismillah.