Saturday, 22 September 2018

Puluhan Ribu Siswa Belum Terima Dana KJP

Selasa, 20 Mei 2014 — 8:32 WIB
iluspuluhan

JAKARTA (Pos ota) – Puluhan ribu siswa SMP-SMA sederajat hingga kini belum menerima dana Kartu Jakarta Pintar (KJP). Dana sebesar Rp832 miliar tidak bisa dicairkan karena masuk dalam mata anggaran bantuan sosial (Bansos). pencairannya terhalang larangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Gubernur Ahok menginstruksikan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) mencairkan anggaran bansos dan hibah. Ia meminta anggaran KJP dan pembayaran honor para honorer untuk diprioritaskan.

Menurut Ahok, KPK hanya menyarankan dana bansos dan hibah tidak disalurkan pada yayasan yang dibentuk perseorangan dan usianya di bawah tiga tahun. Sedangkan KJP merupakan program tahunan. “KJP memang sudah program tahun kemarin, sudah populer. Di sini banyak yang aneh, harusnya boleh malah dilarang,” katanya, Senin (19/5).

Seperti diketahui, besaran dana KJP adalah Rp240.000 untuk tingkat SMA/SMK/MA, Rp210.000 untuk tingkat SMP/MTs, dan Rp180.000 untuk tingkat SD/MI. Dana ini biasanya turun atau cair setiap tiga bulan kepada peserta didik.

DANA BANSOS

Kepala BPKD DKI Jakarta, Endang Widjajanti, mengatakan belum cairnya anggaran itu disebabkan karena dana KJP merupakan dana bansos. “Kita mesti koordinasikan dengan KPK, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pada prinsipnya, dalam proses pencairan,” ucapnya.

Akibat penundaan ini siswa di ibukota belum bisa menerima dana KJP. Seharusnya, penyaluran dilakukan per tiga bulan. Di APBD 2014, untuk anggaran KJP, senilai Rp832 miliar dengan jumlah peserta 619.000 peserta didik.

Di APBD 2013, KJP menghabiskan anggaran hingga Rp778 miliar dengan jumlah penerima 689.000 peserta didik. Tahun ini, pengajuan paling banyak dialokasikan untuk tingkat SMP dan SMA. Jadi, ada peningkatan anggaran sejumlah Rp 54 miliar dari anggaran tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, menjelaskan penghitungan itu berdasarkan kebutuhan biaya siswa SMP dan SMA. Jumlahnya lebih besar apabila dibandingkan dengan siswa sekolah dasar (SD). (john)