Saturday, 17 November 2018

Kelurahan Bentuk Komunitas Peduli Kali Bersih

Selasa, 20 Mei 2014 — 8:33 WIB
tarta-sub

GROGOL PETAMBURAN (Pos Kota)- Pihak kelurahan melalui RT dan RW dapat membentuk komunitas warga peduli kali bersih khususnya di pemukiman yang berada di bantaran kali. Melalui upaya ini diharapkan dapat menyadarkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Aji menegaskan hal tersebut, saat meninjau pembersihan sampah di Kali Angke, Jakarta Barat. “Melalui Komunitas ini dapat memberikan sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah ke kali,” tegas Isnawa Aji.

Menurutnya saat ini kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan khususnya ke kali masih kurang. Terbukti masih banyaknya sampah yang berada di kali seperti Kali Angke. Adanya komunitas warga peduli kali bersih diharapkan kebersihan kali dapat terjaga.

Wakadis Kebersihan mengatakan selain itu lurah dapat memberikan sanksi yang sifatnya pembinaan kepada warga. Di mana sanksi tersebut berdasarkan kesepakatan lokal yang dibentuk oleh RT, RW dan warga serta ditentukan sanksinya. “Dendanya bisa berupa uang yang nantinya bisa dijadikan kas RT/RW, atau penyerahan pot bunga untuk penghijauan,” kata Isnawa Aji.

Meskipun sebenarnya sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan sudah diatur dalam Perda No. 3/ 2013 tentang penanganan sampah, di mana sanksinya berupa denda Rp 500 ribu.

Ditambahkan sejak tahun 2013 sampah yang ada di kali dan waduk penanganannya menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan. Sampah-sampah tersebut dibersihkan dan diangkut untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.
(tarta/sir)

Teks Gbr- Wakadis Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Aji saat meninjau pembersihan sampah Kali Angke, Jakbar. (tarta)