Wednesday, 19 September 2018

Komunitas Guntur 49 Pentaskan ‘Bukan Negara Setia’ di Yogyakarta

Rabu, 21 Mei 2014 — 21:23 WIB
Bukan Negara Setia-n

YOGYAKARTA   – Setelah sukses dengan monoplay bertajuk ‘Negaraku Sedang Demam’ dan ‘Pengadilan Pekik’ kini seniman dan aktifis Isti Nugroho kembali menggelar pertunjukan dramatic reading berjudul Bukan Negara Setia di Lembaga Indonesia Prancis di Yogyakarta, Rabu  (21/5) malam ini.

Bukan Negara Setia-330

Lakon ini mengisahkan tentang hubungan tidak setia sepasang kekasih yang di personifikasikan menjadi negara (pemerintah) yang tidak setia pada konstitusi.

Akibat dari ketidaksetiaan negara pada konstitusi mengakibatkan tertundanya masyarakat yang sejahtera. Rakyat dijadikan tumbal dalam setiap pemerintahan.

Bukan Negara Setia-475

Naskah ini juga ditulis sebagai refleksi hidup pengarangnya dalam membaca dan memahami watak sistem kekuasaan di negeri ini. Sistem kekuasaan ternyata tidak pernah mengenal kesetiaan atas konstitusi sehingga pemerintah gagal menciptakan kesejahteraan rakyat dan kokohnya civil society.

Reformasi ternyata tidak memberi makna yang signifikan. Perubahan dari  sistem otoriter ke demokrasi transaksional ternyata hanya memberi jalan lapang bagi kuasa modal dan kelompok elit politik, ekonomi; bukan penguatan masyarakat sipil. Kapital jadi panglima dan rakyat jadi korbannya.

“Saya mencoba memotret tokoh aktivis politik (Egnar) dalam lakon ini yang masih kukuh menggenggam idelalisme dalam mengahadapi sistem politik, ekonomi – neo liberal,”kata Isti sang penulis naskah sekaligus produsernya.

Lebih lanjut Isti menjelaskan untuk terus melawan sistem kekuasaan ternyata tidak mendapatkan imbangan dan kesetiaan yang setimpal dari kekasihnya (Sekaranggi).

Dalam lakon ini Egnar harus terbuang dari sistem kekuasaan neo liberal seperti halnya Aryo Panangsang yang juga terdepak dari sistem kekuasaan bercorak sekuler dan feodal .

“Saya ingin mempersembahkan lakon ini kepada siapa saja yang berani tampil gagah dan menatap dengan mata tajam ditengah berbagai tawaran yang mengkooptasi akal sehat dan hati nurani,”ujarnya.     – dms