Monday, 19 November 2018

Jelang Pilpres 2014

Data Pemilih di Kota Sukabumi Masih Kacau Balau

Selasa, 27 Mei 2014 — 8:55 WIB
ding1

SUKABUMI (Pos Kota) – Data Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) di Kota Sukabumi, Jawa Barat masih ditemukan kejanggalan. Selain masih ditemukannya data fiktif atau ganda di data DPSHP juga masih ditemukan pemilih yang sudah berstatus almarhum. Beberapa kejanggalan data DPSHP ini merupakan temuan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Sukabumi.

Ketua Panswaslu Kota Sukabumi, Ending Muhidin mengakui data DPSHP harus segera dikoreksi. Bukan hanya persoalan data pemilih ganda maupun fiktif. Tetapi Panwas juga menemukan ada pemilih yang berstatus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tercantum dalam DPSHP.

Menurut Ending, data pemilih yang dianggap masih bermasalah segera dilaporkan ke KPU Kota Sukabumi sehingga tidak akan mengundang persoalan dikemudian hari. Soalnya data pemilih akan menjadi sorotan tim pemenangan calon presiden yang akan bertarung pada Pilpres 9 Juli.

Selain persoalan data pemilih, Panwas juga mempertanyakan pengelompokan pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebab hasil pencermatan ditemukan banyak TPS yang dihuni sekitar 400 pemilih. Padahal sesuai intruksi TPS pada Pilpres seharusnya digemukan maksimal 800 pemilih.

Sementara rapat pleno KPU menetapkan data pemilih sementara hasil perbaikan mencapai sekitar 224.676 orang. Data ini membengkak dibanding data pemilih pada Pemilu Legislatif (Pileg) sebanyak 222.089. Penambahan data pemilih salah satunya karena munculnya pemilih pemula.

Komisioner KPU Kota Sukabumi, Harlan Awaludin mengakui data pemilih Pilpres memang masih akan dilakukan perbaikan. Sebab data pemilih saat ini sifatnya masih sementara. Daftar Pemilih Tetap (DPT) rencananya akan ditetapkan pada pertengahan Juni mendatang.

”KPU akan kembali mengoreksi data pemilih sementara ini. Bahkan koreksi akan dilakukan bersama-sama dengan tim pemenganan calon presiden. Untuk saat ini KPU belum menerima susunan tim pemenangan capres baik dari pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla maupun Prabowo Subiyanto – Hatta Rajasa,” kata Harlan. (sule)

ending1

TEKS : Ending Muhidin