Thursday, 27 June 2019

Ratusan Warga Geram

Lima Hari Listrik di Pulau Sebira Mati Total

Sabtu, 31 Mei 2014 — 16:38 WIB
lampu

KEPULAUAN  SERIBU (Pos Kota) – Sudah hampir lima hari, Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kec. Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, jika malam gelap gulita. Ini dikarenakan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ada di pulau tersebut  mati total.

Akibatnya 150 Kepala Keluarga (KK) di pulau tersebut tidak bisa menikmati pasokan listrik tenaga surya itu. Mereka harus menggunakan lampu penerangan seadanya. Atas kondisi ini warga mengaku sangat geram dengan kondisi tersebut sebab selama ini PLTS sangat di butuhkan.

“Sejak lima hari lalu 3 titik PLTS di Pulau Sebira  mati. Salah satunya PLTS di belakang area menara suar, padahal warga sangat menggantungkan aliran listrik dari pembangkit itu,” ungkap Syamsudin, 44, Sekertaris RW 03.

Menurutnya, kerusakan alat itu karena saat pengadaan PLTS untuk Pulau Sebira kondisi barangnya sudah bekas. Kedua PLTS merupakan bekas dari Pulau Harapan dan satunya lagi dari Pulau Pari, akibatnya tidak tidak bisa bertahan lama dan kini malah rusak.

Diakui Syamsudin, memang semanjak adanya  PLTS, masyarakat di sini sangat terbantu. Sebab, selama ini penerangan listrik di Pulau Sebira menggunakan PLTD yang notabenya sangat boros bahan bakar. “Bayangkan, dalam per hari PLTD tersebut bisa habis memakan BBM mencapai 500 hingga 600 liter.”

“Jika PLTS bebannya agak ringan. Tapi sekarang mati alat penerangan itu warga tidak bisa berbuat banyak. Jika ini terus didiamkan kami  khawatir membahayakan kapal yang akan berlabu di pulau ini,” keluhnya.

Camat Kepulauan Seribu Utara,  Heriyanti ketika dikonfirmasi adanya lampu penerangan di Pulau Sebira mati sejak lima hari lalu ia mengakuinya.  Menurutnya ia sudah melaporkan kondisi ini kepada Bupati Kepulauan Serubu Asep Syarifunddin.

“Pak Bupati dalam waktu dekat akan meninjau Pulau Sebira sambil melakukan pengecekan dan perbaikan fasilitas tersebut,” katanya sambil berharap secepatnya kondisi ini teratasi. (wandi/yo)

Foto: Istimewa