Saturday, 24 August 2019

Baju Adat dan Bahasa Sunda Peringati Hari Jadi Bogor

Selasa, 3 Juni 2014 — 20:34 WIB
Walikota Kampret

BOGOR (Pos Kota) – Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bogor memperingati Hari Jadi Bogor yang diperingati setiap 3 Juni, dalam dua tahun terakhir berbeda dari biasanya.

Walikota Kampret02

Jika pada peringatan HJB tahun-tahun sebelumnya selalu mengenakan pakain adat Sunda ala Demang atau baju Beskap dengan mengenakan bendo Sunda, kini telah berubah mengenakan baju pangsi, lengkap mengenakan totopong atau ikat kepala.

Meskipun belum semuanya mengenakan, namun mayoritas yang hadir dalam rapat paripurna mengenakan baju pangsi itu. Seperti yang terlihat dalam Rapat Paripurna Istimewa HJB ke 532, Selasa (3/6). Ruang Sidang paripurna DPRD Kota Bogor dipenuhi undangan berbaju hitam – hitam.

Tak terkecuali Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Walikota Usmar Hariman, dan Unsur Muspida Kota Bogor lainnya mengenakan pakaian khas tersebut.

BAHASA SUNDA

Selain berbusana khas, Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor dibuka Ketua DPRD Kota Bogor Mufti Faoqi dan menyampaikan kata sambutannya dalam bahasa Sunda. Walikota Bogor Bima Arya juga menyampaikan pidatonya dalam bahasa Sunda yang halus .

Disampaikan secara singkat pembacaan Sejarah Bogor oleh salah satu Seniman dan Budayawan Bogor Tjetjep Toriq, dan Pantun Pacilong. Ada pula pemberian ratusan penghargaan kepada masyarakat dan SKPD berprestasi dalam kegiatan lingkungan maupun pembangunan.

Penggunaan baju Pangsi memperingati HJB diusulkan oleh satu Budayawan Bogor Dadang HP, sejak tahun 2012 lalu.  Namun, baru terealisasi pada HJB ke 532, 3 Juni 2012 lalu.  (yopi)