Monday, 24 September 2018

Kanker Payudara Pembunuh Nomor 1

Selasa, 3 Juni 2014 — 18:44 WIB
kanker1

JAKARTA (Pos Kota)- Deteksi dini menjadi kunci penting dari penanganan penyakit kanker payudara. Sebab dengan deteksi dini, penderita kanker payudara berpeluang sembuh hingga 98 persen.

Tetapi sayangnya, kesadaran untuk melakukan deteksi dini masih sangat rendah. Terbukti, hampir 70 persen pasien kanker payudara di Indonesia datang ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut.

“Dengan kata lain, bahwa sebagian besar pasien kanker payudara di Indonesia hanya akan mendapatkan terapi paliatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup akibat kanker yang tidak mungkin bisa disembuhkan lagi,” papar Dr Alfiah Amiruddin MD, MS, dokter depesialis Bedah Konsultan Payudara RS Mitra Kemayoran, Jakpus di sela media workshop bertema Perawatan Menyeluruh Seputar Kesehatan Payudara, Selasa (3/6).

Menurut Alfiah, kanker payudara seringkali tidak disadari oleh penderita. Mengingat 80-90 persen diantaranya tanpa disertai rasa sakit.

Tetapi kanker payudara adalah jenis penyakit yang sangat mematikan. Sel ganas yang tumbuh di jaringan payudara bisa menyebar ke jaringan sekitarnya atau organ tubuh lain seperti paru, hati, otak, mata, kandung kemih, tulang dan sebagainya.

Dikatakan Alfiah, kanker payudara memang menjadi dominasi kaum perempuan. Tetapi bukan berarti kaum pria aman dari penyakit ini. Sejumlah kasus didunia menemukan bahwa banyak pria menderita kanker payudara. Karena itu sangatlah penting dilakukan deteksi dini dan perawatan kesehatan payudara secara menyeluruh agar terhindar dari kanker payudara.

Dr Alfiah mengatakan seiring berkembangnya ilmu dan teknologi di bidang bedah payudara, kanker payudara kini bisa didiagnosis sedini mungkin sehingga penderita bisa menjalani operasi dengan teknologi core needle biopsy. Teknologi penanganan kanker payudara model ini memungkinkan pasien hanya mengalami sayatan kecil (2 milicenti) dan tidak harus kehilangan payudaranya.

“Dulu tehnik bedah besar atau frozen section dengan mengangkat seluruh payudara merupakan satu-satunya cara mengobati kanker payudara. Tetapi kini teknologi tersebut sudah banyak ditinggalkan oleh dokter-dokter dinegara maju dan beralih ke metode core needle biopsy,” kata Alfiah.

Kanker payudara itu sendiri merupakan pembunuh nomor satu penyakit keganasan pada wanita Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2010 menyebutkan bahwa di Indonesia kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan dengan proporsi sebesar 12.014 (28,7 persen). (inung)

dara1

Teks: Dr Alfiah Amiruddin saat memperagakan pengobatan kanker payudara dengan metode core needle biopsy. (inung)