Monday, 10 December 2018

Raih IPK 3,96

Anak Tukang Becak Lulusan Terbaik Di Unnes

Rabu, 11 Juni 2014 — 15:56 WIB
raeni

SEMARANG (Pos Kota) – Siapa bilang menjadi sarjana itu hanya bisa diraih orang mampu saja. Itu pula yang dilakukan Raeni, 21, wisudawati Universitas Negeri Semarang (Unnes), anak tukang becak di Semarang, Jawa Tengah. Ia lulus dengan predikat nyaris sempurna, cum laude yakni 3,96.

Bahkan, saat menghadiri wisuda di kampusnya, ia tak malu-malu naik becak yang dikemudikan sang ayah, Mugiyono. Becak yang dikayuh Mugiyono itu disambut hangat oleh Rektor Unnes, Prof.Dr.Fathur Rokhman. Raeni, mahasiswa jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (SE) tampak terharu atas sambutan rektor dan dosen di Unnes.

Untuk bisa menghadiri wisuda anaknya, Mugiyono tak sungkan-sungkan mengeluarkan uang hingga Rp150 ribu guna membeli baju batik dan sepatu yang akan dipakai mendampingi anaknya menerima ijazah dari Unnes. Tidak mengherankan jika kehadiran bapak dan anak itu mendapat perhatian hangat dari seluruh wisudawan/wisudawati dan para orangtua mahasiswa.

Meski dari keluarga kurang mampu yang hanya mempunyai penghasilan Rp10 ribu hingga Rp50 ribu perhari, Raeni membuktikan prestasinya. Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4. Prestasi itu dipertahankan hingga ia lulus sehingga ia ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96.

“Selepas lulus sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Inginnya kuliah ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi,” kata gadis yang bercita-cita menjadi guru tersebut. Sang ayah pun mendukung keinginan anak kesayangannya tersebut. Berbekal IPK yang bagus tersebut, Raeni tak sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Selepas wisuda, dirinya langsung ditunjuk sebagai wakil laboratorium komputer di tempatnya kuliah, Unnes. Sebelumnya, ia juga sudah mendaftar untuk mengajar dalam program ‘Indonesia Mengajar’ yakni sebuah pengabdian mengajar di pelosok negeri. “semua tidal lepas dari rahmat Tuhan,” kata Raeni.

Keberhasilan anak tukang becak meraih predikat sebagai lulusan terbaik ini menjadi topik hangat perbincangan di sosial media. Bahkan, dalam sehari saja sudah 50 ribu komentar tentang Raeni. Mereka merasa terharu atas prestasi Raeni yang mendapat beasiswa Bidikmisi dari Kemendikbud tersebut.

Rektor Unnes, Fathur Rokhman mengatakan apa yang dilakukan Raeni membuktikan tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa berkuliah dan berprestasi.

“Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, Raeni tetap bersemangat dan mampu menunjukkan prestasinya. Sampai saat ini Unnes menyediakan 26 persen dari jumlah kursi yang dimilikinya untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni,” tandasnya. (tiyo)

Teks foto: Raeni, anak tukang becak raih lulusan terbaik dengan IPK 3,96 di Universitas Negeri Semarang. (humas unnes)

  • Soebari Sudarsono

    Hebaaat…selamat atas prestasi nya semoga menjadi contoh dan motifasi generasi muda…