Monday, 19 August 2019

Sebulan 150 Perkara

Faktor Ekonomi Dominasi Gugat Cerai di Purwakarta

Kamis, 12 Juni 2014 — 13:34 WIB
gatcerai2110

PURWAKARTA (Pos Kota) – Faktor ekonomi mendominasi pemicu masih tingginya angka perceraian di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pengadilan Agama Purwakarta melansir, setiap bulan menangani 150 perkara. Salah satu perkara menonjol, cerai gugat para istri kepada suami.

“Paling dominan terjadinya perceraian ini karena faktor ekonomi. Para istri tak tahan hidup sengsara karena suami tak berpenghasilan,” jelas Panitera Sekretaris Pengadilan Agama Purwakarta Mansyur Syah dihubungi, Kamis (12/6).

Faktor selingkuh, lanjut dia, berada diurutan nomor dua trend perceraian di Purwakarta. Disusul kemudian, tidak ada lagi keharmonisan dan kekerasan fisik. “Dari ke empat pemicu ini, yang paling dominan faktor ekonomi. Hampir 80 persenan,” ujarnya.

Persidangan di lembaga PA ini tak hanya kasus perceraian tetapi sengketa waris, penetapan pernikahan atau isbat nikah, sidang perwalian, gono gini dan banyak lainnya. Sehingga acapkali persidangan perceraian berjalan cukup lama. “Karena tidak toh menyidangkan perceraian. Kasus lain semisal sengketa waris, perwalian, dan catatan isbat nikah juga disidang di sini,” terangnya.

Ditanya berkaitan pembiayaan cerai mahal, Mansyur menjelaskan, bahwa lembaganya memasang biaya sudah sesuai dengan ketentuan. Proses administrasi bahkan tidak langsung dibayarkan di Kantor Pengadilan Agama, namun pembayarannya melalui Bank Jabar Banten. Kalaupun membengkak, mungkin para pemohon perceraian menggunakan jasa amil atau petugas KUA di desanya. “Karena lembaga kami punya tarif berpedoman kepada ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

Mansyur membantah ada penyertaan pendaftaran administrasi gugatan dan legalisir mencapai puluhan ribu. “Itu tidak benar. Pemohon hanya diminta beli materai Rp6.000,” kelitnya. Satu pemohon cerai gugat mengaku terbebani dengan penyertaan biaya pendaftaran perkara dan legalisir mencapai Rp83 ribu.  “Itu untuk semua perkara. Biayanya mencapai Rp83 ribu,” ungkap satu pemohon meminta tidak diwartakan namanya.

Data di Kantor Pengadilan Agama Purwakarta menyebutkan ada dua pengelompokan pembiayaan perceraian yakni Contensius dan Voluntair.  Contensius yakni kasus isbat nikah, gugat cerai dan cerai talak.  Voluntair yakni perkara isbat nikah. “Kalau contensius penggugat dan tergugat kedua-duanya ada di persidangan. Kalau voluntair diwakili karena salah satunya berhalangan hadir,” jelasnya.

Pada label biaya Isbat Nikah tertera Radius I Rp331.000, Radius II Rp371.000 dan Radius III Rp431.000. Untuk Cerai Gugat radius I  Rp511.000, radius II Rp581.000 dan radius III Rp686.000. Talak Cerai radius I Rp631.000, radius II Rp721.000 dan radius III Rp856.000.

Untuk voluntair isbat nikah radius I Rp211.000, radius II Rp231.000 dan radius III Rp261.000. ” Pengelompokan ini berdasarkan jarak pemohon dengan Kantor PA. Kalau pemohon cerai jaraknya jauh semisal di seberang Waduk Jatiluhur, masuk kepada radius III atau yang berjarak jauh. Peruntukan diantaranya untuk biaya pemanggilan,” pungkasnya. (dadan/yo)

Foto: Ilustrasi