Tuesday, 16 July 2019

Kisah Kuda di Antara Capres yang Ngaku Kubu Pandawa

Jumat, 13 Juni 2014 — 8:36 WIB
pak-gun-sub

CAPRES mengaku sebagai calon pemimpin terbaik, sudahlah jamak. Maka ketika Amien Rais menganalogikan Pilpres 9 Juli ibaratnya Perang Baratayuda, Prabowo pun mengklaim dirinya Pandawa, dan di sana yang mencla-mencle itu Kurawa. Saat dia berani anjlog dalam kampanye di Palembang, paslah dia sebagai Sang Bima. Sayangnya, dalam kisah perwayangan, Bima itu tak pernah naik kuda, apa lagi memilikinya.

Bila kubu Prabowo mengklaim pihak Pandawa, dia rasanya memang cocok sebagai Bima, yang tegas dan punya prinsip. Hanya Bima lah yang berani terjun dari panggung ketika kampanye. Fadlizon yung pintar ngomong itu cocok sebagai Sadewa, sedangkan Nakula-nya Ahmad Yani. Harjunanya bisa juga Tantowi Yahya yang tampan dan ngomong seperlunya. Lalu Yudistiranya siapa? Rasanya paling cocok Suhardi, karena dia sederhana dan doyan singkong, maksudnya profesor singkong.

Sebagai botoh atau timses Pandawa, itulah Mahfud MD. Paling repot untuk mencari sosok Dewi Kunthi. Apa mungkin Nurul Arifin? Ah, dia terlalu muda. Untuk kubu Capres Jokowi, paling pas jadi Kunti hanyalah Megawati, karena dia memang selalu mengarahkan anak-anaknya untuk ke jalan benar.

Jokowi paling pas sebagai Yudistira, yang gerakannya kurang lincah, sederhana dan tak terlalu ambisi. Sebagai Bima bisa Surya Paloh yang berewokan, tapi kalau yang tinggi besar, paling pas Erico Sotarduga. Harjuna bisa Anis Baswedan, yang juga tampan dan bicara secukupnya. Adian Napitupulu yang pintar bicara cocok jadi Sadewa dan Nakula Maruarar Sirait. Tjahjo Kumolo adalah Betara Kresna, sesuai posisinya sebagai Ketua Timses.

Baik kubu Prabowo maupun kubu Jokowi semua diibaratkan Pandawa, karena so pasti keduanya tak mau diibaratkan Kurawa yang mencla-mencle itu. Yang jelas dalam perwayangan Bima itu tidak pernah naik kuda, apa lagi memiliki. Yang punya justru Pandita Durna, tapi harganya juga tidak sampai Rp 3 miliar. Dia kasmaran pada Srikandi, Setyaboma, Rukmini, tapi semua menolak. Terpaksa dia hanya sibuk dengan kuda penjelmaan Dewi Wilutama yang dikutuk dewa.

Apakah lalu Prabowo itu analoginya Durna? Ya enggaklah, memangnya kita mau kampanye hitam? –

gunarso ts

  • rengga irawan

    hehehehe…..

  • Idhu Geni

    yo wis….sak karepmu wae lah Gun…..arep melu sing ngendi….