Friday, 21 September 2018

Agama Belum Membuat Indonesia Aman dari Kejahatan

Sabtu, 14 Juni 2014 — 18:42 WIB
Empat pilar masuk pesantren-toga2

JAKARTA (Pos Kota)- Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Tetapi kondisi tersebut tak membuat Indonesia menjadi negara yang aman dari berbagai tindak kejahatan.

“Mulai dari kasus korupsi, kriminalitas hingga perbuatan asusila dan pornografi hampir setiap hari kita saksikan di media cetak maupun televisi. Ini situasi yang memprihatinkan,” papar Imam Subchan, relawan Indonesia Syiar Network (ISN) disela kegiatan Konvensi Pecinta Allah bertema hope and fear, Sabtu (14/6).

Para pelaku tindak kejahatan tersebut menurut Imam dilakukan oleh orang-orang yang justeru beragama dan sebagian besar paham betul ajaran agama yang dianutnya. Artinya bahwa pelakunya sadar telah melakukan pelanggaran terhadap ajaran agama.

Karena itu ISN menjelang Ramadhan sengaja menggelar Konvensi Pecinta Allah dengan menampilkan 6 pembicara utama di antaranya adalah Habib Usman Bin yahya, pimpinan Majelis Bin Yahya, Ust Abdul Syukur, dan Ust Erick Yusuf, Pimpinan IHAQI. Tujuannya selain bersilaturahmi antar ummat, juga mendapatan pemahaman yang benar untuk mempersiapkan diri meraih rahmat Allah sekaligus menambah keimanan menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Konvensi Pecinta Allah merupakan sebuah wadah kegiatan silaturahmi muslim dalam mengkaji keindahan Islam yang berasal dari Al Qur’an dan Hadist bersama para ulama inspiratif Indonesia yang dimaksudkan untuk memperkuat ukuwah Islamiyah. Sehingga dapat terwujud suatu proses belajar dab berbagi ilmu antar muslim untuk meraih rahmat dan ridho Allah SWT.

“Ini akan menjadi kegiatan rutin para relawan dakwah ISN dimasa-masa  mendatang,” pungkas Imam. (inung)

Foto: Istimewa