Tuesday, 17 September 2019

Kapolda Jabar Berharap Perbaikan Jalan Selesai Sebelum Lebaran

Minggu, 15 Juni 2014 — 13:00 WIB
kapolda-sub

BOGOR (Pos Kota) – Persiapan jalur mudik yang menghubungkan Jawa Barat ke Jawa Tengah dan Jogjakarta, kini masih dalam proses perbaikan. Kapolda Jawa Barat, Irjen M Iriawan mengaku, dirinya sudah menyampaikan kondisi ini ke Gubernur Jawa Barat.
“Perbaikan jalan masih berlangsung. Mudah-mudahan selesai sebelum mudik lebaran, karena kondisi ini sudah kami laporkan ke Gubernur. Kalau perbaikan jalan tidak selesai saat mudik, kemacetan tidak dapat dihindari,”kata Irjen Iriawan.

Menurutnya, perbaikan jalur mudik diwilayah selatan dengan sistim cor, sangat lamban. Pasalnya, kontraktor melakukan pengecoran di satu jalur. Sedangkan jalur yang belum di cor dalam kondisi rusak, dibelah menjadi dua lajur yang dipakai untuk aktifitas.

“Semua jalur baik yang utama maupun alternatif, kami sudah pantau. Tapi itu tadi, kondisi jalan banyak yang rusak dan sedang dalam perbaikan yang belum rampung,”ujarnya.

Menanggapi pernyataan Kapolda Jabar, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengaku, perbaikan dan kesiapan jalur mudik sudah mencapai 95 persen.

“Walau masih dalam perbaikan, jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa dan jalur Selatan Jawa siap dilalui pemudik. Tinggal sedikit lagi perbaikan,”kata Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto kepada wartawan di Bogor.

Djoko membandingkan, perbaikan jalur mudik Pantura dan Selatan jawa tahun ini, walau agak lambat, namun lebih cepat waktunya dari tahun sebelumnya.

“Untuk jalur mudik lintas selatan, sudah mendekati finish. Setelah beres pengecoran, akan di cat marka jalan. Setelah itu, jalur siap dilalui pemudik,”paparnya.
Untuk perbaikan jembatan di Gresik dan Sumatera, Djoko mengaku, belum selesai.
Namun ia memberi target, hingga akhir Juni, sudah selesai pengerjaannya.

“Masih ada pekerjaan perbaikan jembatan jembatan di Gresik dan Sumatera yang belum selesai,”paparnya.
Djoko menegaskan, proyek yang belum tuntas, yakni Jalur Pantura di bagian Indramayu. Disini, kontraktor masih melakukan pelapisan.
“Sudah dibersihkan aspal yang rusak (dikerok). Sebagian jalur sudah ditutup. Masih on the track. Tapi akhir Juni siap dilalui pemudik,”kata djoko.

Data Ditjen Bina Marga, untuk pulau Sumatera, kondisi kemantapan jalan penghubung lintas 2,18 km atau 93,21 persen, sementara kondisi tidak mantap 159,37 km atau 6,79 persen.

Di pulau jawa, kondisi jalan pada akhir 2013, yakni jalan lintas utara 1.314,79 kilometer (km) atau 98.04 persen, sementara tidak mantap 26,25 km atau 1,96 persen.

Sementara kemantapan jalan lintas selatan 813,18 km atau 91,97 persen, sementara kondisi tidak mantap 70,99 km atau 8,03 persen.

(yopi/sir)