Saturday, 20 July 2019

Habis Kencani Bini Tetangga Mati Minum Racun Serangga

Rabu, 18 Juni 2014 — 8:13 WIB
nah-sub

“BURUNG”-mu, harimaumu; begitu peribahasa yang tepat bagi Sarijan, 37, warga Magelang (Jateng). Gara-gara ketahuan ndhemeni (ngencani) istri tetangga, dia stress dikejar-kejar suaminya. Dalam persembunyiannya di Bantul, Sarijan ambil jalan pintas mati dengan minum racun serangga.

Pepatah lama mengatakan: mulutmu adalah harimaumu. Maksudnya, orang bisa celaka gara-gara omongannya. Tapi di era gombalisasi ini, pepatah itu bisa berubah menjadi: “burung”-mu adalah harimaumu. Sebab bila tak bisa menjaga “burung” miliknya yang imut-imut tersebut, bisa hinggap ke mana-mana. Bukankah Al Qur’an juga sudah mengingatkan: hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka. (QS Annur ayat 30).

Tapi Sarijan warga Ngrangkah Petung Kecamatan Pakis Magelang, justru sebaliknya. Melihat perempuan cantik yang istri tetangga bukannya menundukkan pandangan, justru melotot menikmatinya dari ujung rambut sampai jempol kaki. Habis itu terus pikirannya ke mana-mana, membayangkan yang mboten-mboten bersama WTS (Wanita Tetangga Sebelah).

Sebetulnya Sarijan juga sudah punya istri sendiri. Meski sang istri juga tidak jelek, tapi karena stok lama, menjadi kurang menarik baginya. Senggolan bahkan kulit nempel pun sudah kehilangan setrom. Padahal bersama Ny. Atminah, 36 sang tetangga, baru melihat ada mata saja dadanya langsung berdegub serr-serrran. Kenapa bisa demikian? Ya seperti visi dan misi Capreslah. Dengan istri di rumah semua sudah dilakukan, sedangkan dengan Atminah, baru akan dan akan. Di situlah menariknya.

Penampilan Atminah sungguh mengharu-biru moril dan onderdil Sarijan. Gerakan tubuh bini Samiyo, 40, itu ketika berjalan, membuat Sarijan seperti gada Wesi Kuning milik Haryo Setyaki dalam kisah perwayangan. Bedanya adalah; bila dalam perwayangan tubuh orang mengikuti gerakan gada Wesi Kuning, di sini justru gerakan Atminah menjadikan “gada” Sarijan ikut bergerak-gerak ke sana kemari!

Tapi Sarijan boleh dikata merupakan lelaki paling mujur di Kabupaten Magelang. Betapa tidak? Ketika dia mencoba mendekati diam-diam sekaligus menyampaikan visi dan misinya 5 tahun ke depan, Atminah bisa menerimanya, sehingga dia tunduk dan pasrah. Akhirnya ya itu tadi, istri Samiyo tersebut kena “gada” pamungkas milik Haryo Sarijan hingga klepeg-klepeg merem melek.

Sejak itulah asal ada peluang yang sangat kondusif, Sarijan – Atminah selalu berbagi cinta bak suami istri. Tapi sial pada kejadian dua minggu lalu. Saat keduanya bermesum ria, eh…..ketahuan langsung oleh Samiyo. Buru-buru Sarijan loncat indah dari jendela, meniru gaya Capres kampanye. Bedanya: Capres loncat dari panggung dan disambut massa pendukung, Sarijan loncat dari jendela dan disambut pecahan beling sampai kecocok-cocok.

“Aja mlayu, tak pateni temenan kowe (jangan lari, kubunuh kamu),” ancam Samiyo sambil cari bendo. Tentu saja Sarijan terus kabur, tak berani pulang ke rumah. Di samping malu, juga merasa terancam jiwanya. Sialnya, meski sudah ngumpet ke Bantul ke rumah sahabat, rupanya Samiyo sudah mencium jejaknya. Sejak itu Sarijan menjadi stress, takut sewaktu-waktu kepalanya benar-benar diplatok mbendho (dibelah golok).

Tak tahan menanggung beban demikian berat, diam-diam Sarijan meninggalkan rumah sahabatnya di Desa Kebosungu Kecamatan Dlingo, menyendiri di tepinya kali Oya. Ternyata dia sudah siap dengan sebotol racun serangga dan kemudian ditenggaknya. Beberapa menit kemudian Sarijan berhasil bunuh diri dengan sukses. Sahabat tempatnya bersuaka hanya menemukan mayat dingin Sarijan dengan penuh penyesalan.

Lho, yang selingkuh Sarijan kok yang menyesal sahabatnya? (KR/Gunarso TS)

  • Idhu Geni

    Jan…Sarijan….opo’o gak manukmu ae sing dipateni disik…..ben ora manthuk2….

  • rengga irawan

    Thx Mas Gunarso..

    • mas bejo

      perasaan komennya ko itu2 jg? thx mas gunarso? maksudnya opo?

  • gemes

    ntar di kuburane ditambah digebukin sm malaikat..