Monday, 16 September 2019

Baru 50% Jemaah Haji di Bekasi Bayar ONH

Kamis, 19 Juni 2014 — 15:50 WIB
Haji-2n

BEKASI  (Pos Kota) – Hingga hari ke tujuh pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH) baru 50 persen calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Bekasi yang melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2014.

“Jumlah ini menurun jika dibanding tahun sebelumnya. Karena ada tiga gelombang pelunasan,” ujar Shobirin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi, saat dihubungi Pos Kota.

Penurunan  ini diakui Shobirin, karena pemerintah  membuka tiga gelombang pelunasan. “Jika sampai 9 Juli 2014, belum dilunasi, maka diberi kesempatan Calhaj pada gelombang kedua yakni
14 Juli-17 Juli dan gelombang ketiga pada 21 Juli – 24 juli,” ujar Shobirin, sambil mengatakan untuk gelombang dua dan tiga, mereka yang boleh melunasi  adalah Calhaj nomor porsi di bawahnya.

Hingga hari keenam jumlah Calhaj yang sudah melunasi sebanyak 923 Calhaj dengan kisaran BPIH sebesar Rp 27 juta hingga 28 juta sesuai kurs dolar saat pelunasan.

Jumlah Calhaj Kabupaten Bekasi pada tahuin 2014 sebanyak 1.800 Calhaj dan akan dikelompokan menjadi enam kloter, tiga kloter utuh dan selebihnya campuran.

MANASIK 24 JUNI

Para calon jamaah haji yang sudah melunasi dan mengurus kesehatan dan paspor akan memulai manasik, pada 24 Juni mendatang, “Ini dilakukan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Shobirin, sambil mengatakan manasik diselenggarakan oleh Kemenag Kabupaten Bekasi, bekerjasama dengan Kantor Uruan Agama (KUA) kecamatan.

Yang saat ini harus dilakukan para Calhaj adalah mengecek kesehatan awal di Puskesmas, kemudian general chek up di RSD Kabupaten Bekasi, mengurus persyaratan paspor dan melengkapi nama paspor dengan tiga suku kata, bagi yang sudah memiliki.

Sementara itu H Suparman, Ketua Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKBIH), masih belum mengerti kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang akan ‘memaksa’ Calhaj untuk suntik anti virus MERS, “Sosialisasilkan dulu ke jamaah, apa manfaatnya dan apa kerugiannya kalau tidak suntik anti virus,” ujar Suparman.

Dia juga menyebutkan jamaah nanti akan banyak terbebani dengan suntikan-suntikan anti virus, ada meningitis, influnza dan sekarang MERS, “Biaya lagi, kasihan jamaah,” gerutu Suparman. (Saban/d)