Sunday, 18 November 2018

Saldo JHT Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dikirim Lewat Email

Kamis, 19 Juni 2014 — 4:39 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Laporan  perkembangan saldo jaminan hari tua (JHT) peserta BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek)  akan dikirimkan melalui alamat email masing-masing peserta per Juli 2015.

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Indonesia, Agus Supriyadi juga mengatakan, peserta juga dapat mengeceknya melalui smart card. “Atau bisa dengan mengunjungi website BPJS Ketenagakerjaan yakni www.bpjsketenagakerjaan.go.I’d,” ujar Agus, Rabu (18/6).

Agar dapat melaporkan pekembangan saldo JHT melalui alamat email, maka Agus meminta semua peserta BPJS Ketenagakerjaan agar segera mendaftarkan kembali data pribadi terutama email dengan mengakses www.bpjsketenagakerjaan.go.id. Saat ini, lanjutnya, BP Jamsostek sudah  melaksanakan tahap sustainability total benefit and services, yakni pertumbuhan agresif, harmonisasi manfaat dan pelayanan prima.

Agus menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan pelayanan prima melalui Teknologi Informasi (TI) kepada semua peserta dan masyarakat umumnya dengan mengacu pada pelayanan bank, perusahaan-perusahaan besar di negara-negara tetangga seperti Singapura dan Jepang.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya juga berjanji sejak BPJS Ketenagakerjaan berlaku per  1 Januari 2014 pihaknya sudah memberikan pelayanan prima kepada semua pesertanya paling lambat 30 menit. “Tak perlu tunggu lama-lama lagi kepada semua orang yang berurusan dengan BPJS Ketenagakerjaan ,” janji  Elvyn.

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan semua pelayanan secara elektronik, seperti registrasi, mengajukan klaim, dan sebagainya. Karena pelayanan seperti inilah maka BPJS Ketenagakerjaan nanti disebut BPJS berkelas dunia.

Ditambahkannya, jangkauan pelayanan BP Jamsostek  jauh lebih luas dibanding PT Jamsostek selama ini yang hanya meng-cover tenaga kerja formal sebanyak 40 juta orang. Namun BP Jamsostek  akan mengkover semua tenaga kerja baik formal dan informal yang jumlahnya sekitar 117 juta orang.

“Semua perusahaan wajib mengikutkan pekerja atau karyawannya dalam program BPJS. Kalau tak diikutkan sanksinya tegas sebagaimana diatur dalam UU 24 / 2011 tentang BPJS.(tri/yo)

Foto: Istimewa