Wednesday, 14 November 2018

Pelaku Terlibat Pembunuhan Model

Perampok dan Penganiaya Karyawati Dibekuk

Sabtu, 21 Juni 2014 — 21:53 WIB
Foto- Ilustrasi

Foto- Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kasus perampokan dan penganiayaan yang menimpa karyawati di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin (16/6) lalu berhasil diungkap petugas Polsek Cilandak dan Polres Jakarta Selatan. Tersangka Mulyadi diketahui sehari-hari bekerja sebagai satpam.

Berdasarkan catatan polisi, ternyata Mulyadi merupakan pembunuh model cantik, Maria Fransisca Bernadette Elen, 22, yang ditemukan tewas di tangga darurat lantai 6 Pasific Place pada April 2009 lalu.

Rupanya, setelah menjalani hukuman, Mulyadi kembali beraksi dan merampok Nurimah, 26, seorang karyawati saat melintas di JPO Lebak Bulus. Ia menggasak uang dan HP milik korban. Korban saat itu bahkan hendak dicabuli, namun ia melawan hingga dianiaya pelaku. Pelaku pun tak jadi mencabuli korban karena ada orang yang melintas di JPO tersebut.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat, Sabtu (21/6) menyatakan, pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik. “Kami masih mengembangkan kasus ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Nurimah mengalami penganiayaan dan dirampok Mulyadi yang mengaku saat pulang dari tempat kerja melihat korban berjalan sendirian di JPO. Wanita cantik ini mengalami luka lebam di mata sebelah kanan, hidung berdarah, kepala belakang sobek, kening kanan lebam, bibir bawah sobek dan leher merah, celana sobek, akibat dianiya pelaku.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Cilandak, diteruskan ke Polres Jakarta Selatan. Setelah melakukan penyelidikan sekitar lima hari, polisi berhasil menangkapnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto menjelaskan, tersangka merupakan pelaku pembunuhan terhadap seorang model yang dilakukan di tangga darurat kompleks SCBD pada April 2009 lalu. “Setelah bebas dari penjara, ia mengulangi lagi aksinya, merampok wanita,” ungkapnya. (tiyo)

Foto: Ilustrasi

  • Victor Reyes

    pembunuh kok cuman 5 tahun yah dihukum.. kacau nih hukuman Indonesia