Saturday, 22 September 2018

Yang Muda yang Bercinta, Suaminya yang Menderita

Sabtu, 21 Juni 2014 — 2:15 WIB
Dia-20Jun

ISTRI hamil setelah 10 tahun menikah, mestinya bahagia. Tapi yang terjadi Didik, 40, justru mencak-mencak. Soalnya Rahbini, 30, hamil bukan olehnya, melainkan hasil perbuatan PIL-nya, Samsu, 23, yang masih brondong. Lelaki muda pinter bercinta ini kemudian dilaporkan ke Polsek Cipondoh, Tangerang.

Keturunan adalah dambaan setiap keluarga. Tapi tak semuanya dikabulkan Allah Swt. Ada yang menikah sudah 10 tahun tak kunjung dapat. Banyak pula yang menikah baru 6 bulan, anak sudah lahir, karena si ayah BS (bon sementara) sebelum resmi di depan KUA. Paling ironis, keluarga yang kaya justru anaknya jarang. Sebaliknya keluarga miskin malah banyak anak, gara-gara dia tak punya hiburan alternatif.

Didik warga Gang Parit Kelurahan/Kecamatan Cipondoh, boleh dikata sial dua kali. Kaya tidak, tapi anak juga tidak punya. Jika disebut kaya, paling-paling versi BPS (Badan Pusat Statistik), sebab suami istri sehari mereka bisa menghabiskan biaya hidup sekitar Rp 100.000,- Cukup kaya, bukan? Sedangkan kata BPS, orang yang sehari bisa hidup dengan Rp 10 ribu itu sudah bukan orang miskin lagi.

Tapi apa artinya kaya, jika anak yang didambakan tak kunjung hadir? Mereka menikah sejak 10 tahun lalu. Tapi hasilnya setiap malam hanya “kesangan wungkul” kata orang Sunda dan “kringeten thok” kata orang Jawa. Suami istri ini pernah juga konsultasi ke ahli kandungan. Katanya, keduanya normal-normal saja. Jika ada kekurangan, bibit unggul Didik memang kurang nendang, jadi selalu gagal membuahi.

Gara-gara usaha yang selalu “kringeten thok” tersebut, belakangam Didik kurang aktif lagi menunaikan kewajiban sebagai suami. Padahal Rahbini istrinya, masih selalu mendambakan sentuhan malam secara rutin. Berulangkali diberi isyarat dan kode, tapi Didik sudah tak merespon. Dia lebih berat ke tidur dan makan, sehingga badannya jadi tampak gemuk seperti orang yang pernah dikebiri.

Punya suami yang tak peka lagi pada aspirasi urusan bawah, menjadikan Rahbini mencari solusi baru. Lalu ketemu anak muda, Samsu. Umurnya masih sangat muda, belum sampai 25 tahun. Tapi lihat penampilanya, dia sangat enerjik dan layak menjadi agen perubahan. Perubahan masa depan bangsa? Bukan, terlalu jauh. Perubahan perut Rahbini, sudah cukup.

Kebetulan Samsu ini masih nganggur, sehingga ditraktir makan dan diberi uang barang Rp 50.000,- sampai Rp 100.000,- senengnya bukan main.  Tapi di dunia ini memang tak ada makan siang gratis. Buktinya setelah anak muda brondong ini nampak jinak dan bisa dikendalikan, mulailah Rahbini menyampaikan visi dan misi yang sebenarnya. Kasarnya, Samsu diajak deklarasi dan kemudian disusul eksekusi.

Tentu saja anak muda ini merasa dapat durian runtuh. Penampilan Rahbini cukup cantik, sehingga setiap lelaki normal pasti tertarik padanya. Kini, peluang itu justru ditawarkan pada dirinya. Akhirnya, berdasarkan “pengalaman” dan referensi di internet, dia pun siap memuaskan Rahbini yang selalu kesepian. Mereka rajin bercinta, pokoknya seperti judul film Indonesia tahun 1977: Yang muda yang bercinta!

Didik sama sekali tak tahu skandal itu. Dan tiba-tiba dia melihat istrinya hamil 6 bulan, padahal dia sudah lama tidak “berkunjung”. Dalam kondisi normal, mestinya dia sangat berbahagia. Tapi sekarang, justru menjadi curiga, jangan-jangan ada modal asing yang masuk. Belum juga sirna kecurigaan itu, Didik memergoki Rahbini kencan dengan Samsu di kamar. Langsung saja kasus ini dilaporkan ke Polsek Cipondoh, Keduanya diperiksa dengan pasal perzinaan.

Yang muda yang …….kurang ajar! (Gunarso TS)

  • rengga irawan

    thx mas Gunarso TS…(Tukang Selingkuh)

  • ziz

    siip ,bosan liat capres