Friday, 16 November 2018

Disita 18 Juta Butir

Pabrik Obat Generik Palsu Digerebek

Senin, 23 Juni 2014 — 16:22 WIB
oknum1

TANGERANG (Pos Kota) – Pabrik obat generik palsu dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya di kawasan pergudangan Akong Jalan Karet Jaya 1 No 90, Kec. Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (23/6) siang. Sebanyak 18 juta butir obat merk Tramadol HCL 50 mg palsu senilai Rp6 miliar disita polisi sebagai barang bukti.

Dalam penggerebekan yang dilakukan anggota Subdit Industri dan Perdagangan (Indag), HI,45, sang pemilik pabrik bersama AP, manajer perusahan ikut digelandang petugas ke Polda Metro Jaya. Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 198 Jo Pasal 106 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan Pasal 62 Jo Pasal 9 UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Tersangka terbukti memproduksi dan mengedarkan obat palsu kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto kepada wartawan.

Rikwanto menjelaskan, pabrik yang baru berdiri sejak 3 bulan lalu itu berhasil dibongkar setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang curiga dengan aktivitas di dalam pabrik tersebut. Dari informasi itu, anggota Subdit Indag pimpinan AKBP Ruddi Setiawan, kemudian melakukan penggerebekan.

“Ketika digrebek polisi para karyawan pabrik sedang memproduksi obat Tramadol HCL 50 mg palsu,” Kata Rikwanto.

Selain mengamankan dua pelaku, pihaknya juga menyita belasan mesin produksi dan ratusan kilogram bahan baku obat berbagai merk seperti Lactochem, Microcrystalline Cellulose Powder, Magnesium, dan kemasan obat Tramadol HCL 50 mg yang juga dipalsukan.

“Bahan baku obat Tramadol palsu ini di impor dari China. Saat kami tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut soal bahan baku,” ungkap Rikwanto.

Dalam satu hari, pabrik obat generik palsu tersebut bisa memproduksi 7 juta butir obat Tramadol HCL palsu. Obat ilegal itu kemudian diedarkan pemilik pabrik di daerah Jabotabek. Obat Tramadol HCL 50 mg merupakan obat relaksan otot. Obat generik palsu ini memiliki efek samping yang sangat berbahaya dan berdampak merusak organ tubuh bagi yang mengkonsumsinya. Bahya

“Karena diproduksi oleh tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian dibidang farmasi sehingga komposisi obat itu tidak sesuai standar yang dapat merusak organ tubuh,” kata Kasubdit I Indag, AKBP Ruddi Setiawan.

Lanjut Ruddi, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika membeli obat-obatan. Pasalnya, obat Tramadol HCL 50 mg palsu yang dibuat kedua tersangka tidak jauh berbeda dengan obat yang tercantum izin produksinya.

“Obat palsu ini secara kasat mata tidak dapat dibedakan. Harus diuji laboratorium terlebih dahulu untuk mengetahuinya,” jelas Ruddi. (imam/yo)

pls1

Teks foto: Petugas Polda Metro Jaya menggerebek pabrik obat palsu di Tangerang. (imam)