Saturday, 22 September 2018

Sebelum Naikkan Harga

Pertamina Harus Atur Tata Niaga Gas 3 Kg

Rabu, 25 Juni 2014 — 16:22 WIB
Gas 3 Kg langka di Bogor

Gas 3 Kg langka di Bogor

JAKARTA (Pos Kota) – Pertamina sebaiknya mengatur tata niaga gas elpiji 3 Kg terlebih dahulu, sebelum menaikkan harga jual gas elpiji 12 Kg. “Tata niaga kan dulu gas 3 Kg,” kata mantan Dirut Pertamina Ari H Soemarno menanggapi pertanyaan Pos Kota, Rabu (27/6), terkait rencana Pertamina menaikkan harga jual gas elpiji 12 Kg sebesar Rp1.000/Kg, setelah lebaran nanti.

Ia khawatir kenaikan harga gas 12 Kg akan berdampak terhadap gas elpiji 3 Kg yang sampai saat ini belum ditataniagakan.”Bisa terjadi kebocoran terhadap gas 3 Kg. Sehingga subsidi bisa makin membengkak,” jelasnya.

Kalau subsidi gas elpiji 3 Kg bocor alias membengkak, pemerintah akhirnya akan turun tangan dan meminta kenaikan harga gas 12 Kg dikaji kembali.

Seperti yang terjadi awal Januari 2014 , harga sudah dinaikan disuruh, diturunkan lagi.Jadi, ia menegaskan harus ada solusi. Jangan hanya mengejar keuntungan saja. Karenanya itu laksanakan saja program Simol3k (pengaturan distribusi gas 3 Kg) ke sebagian daerah.

Jika penataan distribusi gas elpiji 3 Kg berjalan dan siap, menurutnya, barulah menaikkan harga jual gas 12 Kg.

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyan Zakaria, berharap pemerintah baru nanti tidak usaha ikut campur tangan terhadap masalah BUMN. “Berilah kewenangan terhadap direksi BUMN untuk mengurusnya,” katanya. (setiawan)

Foto: Illustrasi