Thursday, 15 November 2018

Di TPS Jaktim, Tim Pemenangan Jokowi – JK Siapkan 3.226 Saksi

Kamis, 26 Juni 2014 — 21:35 WIB
Jokowi-JK2

CIRACAS (Pos Kota) – Guna mencegah kecurangan dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden (pilpres) 2014, Tim pemenangan Joko Widodo – Jusuf Kalla, di wilayah Jakarta Timur menyiapkan 3.226 saksi yang akan disebar diseluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Tim Pemenangan Jokowi – JK Jakarta Timur, Chairul Ichsan menuturkan, disiapkannya ribuan saksi itu untuk mencegah adanya kecurangan. Pasalnya, dalam pilpres ini potensi kecurangan sangat tinggi dibanding pemilihan legislatif.

“Kalau pilprss itu bobot politiknya lebih tinggi. Jadi kita lebih mengetatkan penjagaan agar tidak terjadi kecurangan,” katanya usai acara Dzikir dan doa untuk Jokowi-JK di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (26/6).

Dikatakan Chairul, pihaknya akan menyiapkan empat saksi di TPS yang ada . Dimana satu saksi resmi akan dipasang didalam bersama panitia pemilu dan tiga lainnya akan berjaga diluar. Dari situ, aksi kecurangan itupun dinilai tidak akan terjadi. “Sejak minggu lalu dan hingga saat ini, pelatihan bagaimana cara menghitung. Karena kita fokus diperolehan suara,” ujarnya.

DAFTAR PEMILIH KHUSUS

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, William Yani menuturkan, selain mengantisipasi kecurangan, pihaknya juga terus mewaspadai para pemilih dari Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang saat ini tersebar dibeberap rumah susun yang ada di Jakarta Timur.

“Saat ini banyak warga yang baru direlokasi ke rumah susun, jadi itulah yang harus terus kita perhatikan,” ujarnya.

Dimana menurutnya, para penghuni rusun ini masih memiliki identitas lama dan ada beberapa yang masih terdaftar ditempat tinggalnya yang lama. “Di Jakarta Timur sendiri terdapat 2300 warga yang berpotensi di daftar pemilih khusus. Itu yang harus diwaspadai,” ungkap Wiliam.

Salah satu contohnya, anggota DPRD DKI dari Komisi A ini menyebutkan bahwa di Rusun Pinus Elok terdapat sekitar 1600 yang saat di input ternyata masih pemilih ganda. Dimana selain terdaftar di wilayah Jakarta Timur, mereka masih terdaftar di daerah asal.

“Karena itu kami meminta KPU untuk melakukan pendataan ulang guna mencegah kecurangan,” imbuhnya. (Ifand/d)