Friday, 20 October 2017

63 Titik Tidak Terlihat Hilal

Pemerintah Tetapkan Awal Puasa Minggu 29 Juni

Jumat, 27 Juni 2014 — 20:53 WIB
images

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Ramadhan 1435/2014 H jatuh pada hari Minggu, tanggal 29 Juni 2014. Ketetapan pemerintah itu diambil melalui Sidang Isbat yang digelar di Jakarta, Jumat (27/6) malam.

Sidang Isbat dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin,  dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin. Sidang Isbat itu juga dihadiri Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

Selain itu, Sidang Isbat itu dihadiri perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam di antaranya, Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, dan lainnya. Hadir pula, perwakilan dari negara-negara Islam.

Menag Lukman mengatakan dari 63 titik para saksi untuk melihat (rukyatul) hilal (bulan) tidak ada satu pun yang melihat hila, di mana ketinggian hilal tidak sampai satu derajat, maka Sidang Isbat memutuskan untuk mengistimalkan (melengkapkan) Bulan Syaban menjadi 30 hari.

“Atas dasar itu maka Sidang Isbat telah memutuskan awal Ramadhan 1435 H jatuh pada hari Minggu, tanggal 29 Juni 2014,” papar Lukman. Ia menegaskan pemerintah menghormati dan menghargai untuk umat Islam yang memiliki perbedaan dengan keputusan pemerintah dalam menetapkan awal Ramadhan.

Namun demikian, lanjut Lukman pemerintah harus memutuskan awal Ramadhan melalui Sidang Isbat ini untuk menjadi pedoman dimulainya puasa Ramadhan.

“Pemerintah bersikap “tasamuh’ (toleran) karena tidak semua umat Islam mempunyai keyakinan yang sama dalam penetapan awal Ramadhan. Karena memiliki metode yang berbeda untuk penetapan awal Ramadhan. Dalam hal pemerintah berjiwa besar,” papar Lukman.

Din Syamsuddin juga menghargai apa yang telah disampaikan menteri agama terkait masih adanya perbedaan dalam penetapan Ramadhan. “Saya menghargai apa yang telah dilakukan Pak Lukman dalam melihat masih adanya perbedaan penetapan Ramadhan diselesaikannya dengan cara ‘ukhuwah islamiyah’ (persaudaraan Islam),” papar Din yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah. (johara/yo)

Foto: Istimewa