Sunday, 21 July 2019

Ahok Rubah Sistem Remunerasi

Kinerja PNS Buruk, Tunjangan Dipotong

Minggu, 29 Juni 2014 — 5:47 WIB
ilustunja

JAKARTA (Pos Kota) – Memperbaiki kinerja aparat Pemprov DKI Jakarta, Plt Gubernur Ahok akan mengubah  sistem remunerasi atau tunjangan pegawai. Bila kerja pegawai tidak bagus, insentif akan dipotong hingga separuh.

Tunjangan dibayar tiap tiga bulan. Selama ini, insentif pegawai di lingkungan Pemrov DKI Jakarta dibayarkan tiap tanggal  20. Besarnya tunjangan pegawai bervariasi, tergantung golongan. Tetapi yang terendah Rp2,5 juta.

Sistem remunerasi tersebut nantinya akan digunakan untuk mengukur kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sistem yang sedang dibangun Pemprov DKI Jakarta nantinya tidak hanya mengandalkan hasil dari tes psikologi pegawai.

“Sistem yang kita mau bikin itu nggak bisa cuma berdasar psikotes aja. Psikotes kalau kondisi orang lagi nggak baik kan susah,” kata Ahok.

Ahok mengaku sedang menggodok  sistem tersebut, agar segera diterapkan. Pasalnya, sistem tersebut sudah mendesak guna memperbaiki kinerja SKPD DKI Jakarta.

“Ini kita akan jalankan.  Target kita September bisa mulai jalan,” tandas Ahok.  (john)