Friday, 18 August 2017

Andi Mallarangeng Dituntut 10 Tahun Penjara

Senin, 30 Juni 2014 — 19:06 WIB
andi1

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alifian Mallarangeng dituntut pidana 10 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK, Senin (30/6). Jaksa menilai, Andi terbukti bersalah menyalahgunakan wewenang dalam proses penganggaran proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan memperkaya diri sendiri, korporasi, dan atau orang lain.

“Meminta agar majelis hakim berkenan memutuskan terdakwa dengan tuntutan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan,” kata Jaksa Supardi saat membacakan berkas tuntutan Andi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/6).

Selain itu, jaksa juga menuntut Andi dengan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar. “Kalau tidak dibayar, diganti kurungan selama dua tahun penjara,” tambahnya.

Dalam menuntut Andi, jaksa mempertimbangkan hal-hal memberatkan dan meringankannya. Untuk pertimbangan memberatkan, perbuatan Andi dianggap tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi dan tidak mengakui perbuatannya.

Terdakwa juga tidak menjadi teladan di kementerian dalam pengelolaan keuangan negara,” kata Jaksa Supardi.

Pertimbangan meringankan, Andi dianggap sopan selama proses persidangan dan belum pernah dihukum. “Terdakwa juga memiliki tanggungan keluarga, mengembalikan kerugian negara bersama Choel, dan pernah mendapat bintang jasa dari pemerintah,” paparnya lagi.

Saat jaksa membacakan tuntutan itu, Andi tampak tersenyum sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Ia pun kemudian meminta waktu 10 hari untuk mengajukan pembelaan (pleidoi).

“Saya juga ada pembelaan pribadi, kalau dimungkinkan, kami minta waktu 2 minggu atau paling tidak 10 hari untuk mengajukan pleidoi. Mengingat dakwaan KPK cukup tebal untuk kami pelajari,” ujarnya setelah diminta tanggapan oleh hakim.

Tak hanya itu, Andi juga membagikan dua buku karya tulisnya ke majelis hakim yang dipimpin Aswandi dan tim jaksa penuntut umum. Dua buku berjudul ‘Inferno: Neraka Di Bumi, Betulkah?’ dan ‘Spekulasi KPK: Sebuah Eksepsi’ itu juga sebelumnya dibagikan kerabatnya kepada wartawan dan pengunjung sidang.

Sebelumnya, eks Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu didakwa melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jnctoo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Jaksa memaparkan, Andi memperkaya diri sendiri sebesar Rp4 miliar dan 550 ribu dolar AS dari proyek P3SON Hambalang. Semua uang itu diterima Andi melalui adik bungsunya, Andi Zulkarnain Anwar Mallarangeng atau akrab disapa Choel.

Meski begitu, jaksa menilai, Andi lah yang mengarahkan proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam proyek pembangunan P3SON Hambalang.

Andi juga didakwa memperkaya orang lain, yaitu Deddy Kusdinar, Wafid Muharam, Anas Urbaningrum, Mahyuddin, Teuku Bagus Mokhamad Noor, Machfud Suroso, Olly Dondokambey, Joyo Winoto, Lisa Lukitawati Isa, Anggraheni Dewi Kusumastuti, Adirusman Dault, Imanullah Aziz, dan Nanang Suhatmana.

Selain itu, Andi juga dinilai telah memperkaya korporasi. Akibat perbuatannya, berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), negara disebut merugi hingga Rp464,391 miliar. (yulian)