Tuesday, 25 September 2018

Hasil Survei PDB, Prabowo Ungguli Jokowi

Kamis, 3 Juli 2014 — 18:03 WIB
Presiden Jokowi dan Prabowo.(dok)

Presiden Jokowi dan Prabowo.(dok)

JAKARTA (Pos Kota)- Pasangan Capres Prabowo-Hatta liding atas pasangan capres Jokowi-JK. Fakta tersebut terungkap dari survei yang dilakukan oleh Pusat Data Bersatu (PDB) per 23 Juni- 1 Juli 2014.Pada survei yang dilakukan di 20 kota dengan responden mencapai 1.090 orang menunjukkan bahwa Prabowo-Hatta unggul 8,4 persen dibanding Jokowi-Hatta.

“Trend Prabowo terus meningkat sedang elektabilitas Jokowi stagnan bahkan menurun,” jelas Agus Herta, peneliti senior PDB, Kamis (3/7).

Hasil survei menunjukkan pasangan Prabowo-Hatta 40,6 persen, pasangan  Jokowi-JK 32,2 persen, belum punya pilihan 15,8 persen,  rahasia 11 persen dan golput 0,5 persen.

Agus mengatakan sebetulnya tren elektabilitas capres 2014 untuk periode 7-10 Februari menyebutkan Jokowi masih unggul 12,1 persen, periode 7-14 maret Jokowi masih unggul 9,8 persen, periode 24 April -2 Mei Jokowi unggul 10.7 persen, periode 26 Mei-1 juni selisih 5,7 persen.

Tetapi mulai periode 6-11 Juni, elektabilitas Prabowo naik dengan selisih 1,9 persen dan pada 23 Juni- 1 Juli tren Prabowo sudah liding hingga 8,4 persen.

Agus menjelaskan pada survei ditemukan bahwa tren pemimpin yang jujur malah melekat pada sosok Prabowo. Jokowi lebih mewakili pada sosok merakyat. “Selain itu Prabowo dianggap sebagai pemimpin yang tegas,” lanjut Agus.

Tak diketahui persis mengapa tren kepindahan dukungan masyarakat dari Jokowi ke Prabowo bisa terjadi demikian cepat. Tetapi diduga adanya hal-hal yang baru yang diperoleh dari sosok Prabowo seperti tegas, garuda di dada dan sebagainya.

Ahmad Ridwan Dalimunthe, Direktur Eksekutif PDB menambahkan bahwa pemilih Prabowo didominasi oleh kalangan terdidik SMA, sarjana dan pendidikan level atas yang cenderung lebih terbuka pada segala informasi yang ada. Sedang pemilih Jokowi cenderung masyarakat yang pendidikannya rendah.

Fakta lain yang cukup mengejutkan adalah bahwa masyarakat menilai Prabowo lebih taat dalam hal agama dibanding Jokowi.

Survei yang didukung pembiayaan Beritasatu holding tersebut menyebutkan Prabowo akan mendulang suara di Jawa-Sumatera.

“Kita tahu bahwa Jawa – Sumatera mewakili 90 persen populasi pemilih nasional,’ tegas Ahmad Ridwan.
Jokowi lebih banyak disumbang suara dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi pada area lumbung suara di Jateng, Jokowi pun tidak akan menang telak.

Ia menilai selisih hingga 8,4 persen bisa menjadi kunci kemenangan pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 9 juli mendatang.

“Agak sulit untuk mengubah tren masyarakat terhadap pilihan Capres dalam waktu singkat kecuali ada kejadian yang luar biasa,” tandas Ahmad Ridwan. (Inung)

 

Prabowo (kanan) bersalaman dengan Jokowi