Tuesday, 20 November 2018

Makanan (Murah) yang Penuh

Jumat, 4 Juli 2014 — 6:08 WIB
Soes-3Jul

RACUN memang sudah nasibnya jadi orang kecil,rakyat jelata. Kepingin makan enak saja harus menyabung nyawa. Lho,kok begitu? Ya,memang begitu adanya!

Tahu kan sekarang ini banyak makanan yang dijual pedagang di pasar penuh dengan ‘racun’? Coba bayangkan, jeroan ayam sengaja diberi formalin.Sebenarnya,bahwa yang namanya fomalin itu, sudah bukan rahasia umum lagi, adalah pengawet mayat dan pengawet bahan industri. Lho kok ya, tega teganya dicampur ke makanan?

Soes-3Jul-475

Ya,begitulah,sementara selain formalin,masih banyak zat-zat berbahaya yang sengaja digunakan sebagai pengawet dan pemanis serta pewarna bahan pangan. Sebut saja, zat pewarna kain,sitrun dan zat pemutih.

Sebenarnya,makanan yang dicampur zat-zat berbahaya sudah terjadi sejak lama,menimpa bahan makanan seperti mie,bakso,tahu,dan bahan makanan kue dan minuman. Dan sebenarnya juga,seharusnya para pedagang faham,kalau bahan campuran atau pengawet itu sangat berbahaya dan bisa membunuh. Tapi,mengapa ini terus terjadi?

Oke,bisa jadi karena sanksi yang diberikan kepada pedagang dan pengusaha nakal itu tidak tegas.Buktinya,ada pedagang yang kedapatan melakukan itu berulang kali.Harini ditangkap petugas,besok melakukan lagi? Terus menerus,tanpa mempedulikan bahaya. Yang ada di benak mereka,hanya keuntungan pribadi.

Betul,tidak semuanya memang,para pengusaha dan pedagang makanan nakal.Tapi,buktinya,masih banyak makanan yang dicampur zat-zat berbahaya?

Ya,kalau begitu bagaimana dong,masyaraat ,terutama golongan kecil,terbebas dari racun? Padahal,mereka memang hanya mampu membeli makanan yang murah, yang ternyata penuh dengan ranjau racun? – massoes