Tuesday, 20 November 2018

Mentan Kukuhkan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan

Jumat, 11 Juli 2014 — 15:07 WIB
mentan-sub

JAKARTA (Pos Kota)-Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, pada tahun 2014 saja kebakaran hutan untuk membuka lahan pertanian baru jumlahnya mencapai 18.673,4o hektar. Kebakaran tersebut terutama disebabkan oleh faktor manusia, iklim, dan manusia.

“Perilaku sebagian masyarakat dalam aktivitas membuka lahan dengan cara membakar disinyalir menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran lahan dan kebun,” katanya bersama Menko Kesra Agung Laksono seusai Pengukuhan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan Kebun di Kementan.

Menurut dia, kebakaran hutan dan kebun memiliki karakter multi dimensi, baik yang terkait dengan aspek ekonomi, politik, hukum, sosial budaya dan lingkungan. Umumnya kebakaran lahan terjadi di sekitar lokasi pengembangan perkebunan yang berdekatan dengan areal hutan.

Pihak Kementerian Pertanian sendiri dalam menangani kebakaran hutan ini memprioritaskan upaya pencegahan. Dengan demikian peranan masyarakat, pemilik dan pengusaha menjadi sangat penting.

Apalagi dalam operasional penanggulangan kebakaran masih banyak dijumpai beberapa kendala seperti terbatasnya sarana, prasarana dan sumberdaya manusia untuk pengendalian kebakaran, serta lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Beberapa upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan dan kebun yang telah dilakukan diantaranya melalui sosialisasi peraturan perundang-undangan kepada para pemangku kepentingan, pelatihan petani dalam menanggulangi kebakaran, serta penerapan pembukaan lahan tanpa bakar.

Dalam rangka mengoptimalkan upaya penanggulangan kebakaran lahan dan kebun pada tahun 2014 Menteri Pertanian menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian no. 47 tahun 2014 tentang Brigade dan Pedoman Pencegahan Serta Pengendalian Kebakaran Kebakaran Lahan dan Kebun. Brigade ini terdiri dari Brigade Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

(faisal/sir)