Tuesday, 11 December 2018

Siswa-siswi di Depok Diajari Berbagi Sesama

Minggu, 13 Juli 2014 — 20:39 WIB
SANYO DIGITAL CAMERA

DEPOK (Pos Kota) – Kemandirian generasi muda sudah seharusnya ditata mulai usia sekolah. Kurikulum 2013 menargetkan setiap jenjang pendidikan membuahkan anak didik berketrampilan sesuai karakter Indonesia.  Alasannya, selama ini banyak lulusan SLTA belum mampu mandiri.

Kadisdik Depok Herry Pansila

Kepala Dinas Pendidikan Depok,  Herry Pansila 

“Sasaran inilah yang tengah kami galakkan di sekolah-sekolah Depok, mulai Taman Kanak-kanak hingga jenjang lanjutannya Wajib Belajar sampai 12 tahun,” tandas Kepala Dinas Pendidikan Depok, Herry Pansila.  “Setiap ada kesempatan pertemuan guru-guru, saya selalu sosialisasikan program-program tersebut, ” paparnya.

Dijelaskannya, setiap keterampilan akan diberikan sesuai jenjang usia pendidikan. Dimana, asupan kebutuhan diseimbangkan bagi otak kanan dan kiri terutama yang menyangkut afeksi dan psikomotorik. Alhasil, target yang akan dicapai adalah sang murid kelak bukan hanya pintar olah pikir semata melainkan juga dibarengi memiliki jiwa berbagi (sosial) kepada sesama bahkan terhadap keimanannya atau yang disebut keseimbangan Inteligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient  (SQ).

Salah satu cara menerapkannya, Kadisdik Herry menambahkan, adalah mengubah segala sesuatu yang pesimis serta cengeng menjadi semangat. Seperti lagu Balonku di antaranya mengubah pecah balon satu saja harus: hatiku sangat kacau. Atau, guru mengajari murid satu menyapa dan menanyai masalahnya jika ada temannya yang menangis, lalu coba dikomunikasikan dan dibantu. “Hal-hal inilah yang selalu saya ingatkan kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Depok.”

Menanggapi upayanya tidak bisa dirasakan sesaat, Kadisdik Herry menyatakan sudah menjadi  kewajibannya kendati tanpa harus terasakan hasilnya saat ini.

“Saya ingat kata Judith Martin, penulis buku Mismanner: Diperlukan waktu 20 tahun terus menerus (simultan) untuk mendidik anak mempunyai karakter, dan 10 tahun lagi untuk melihat hasilnya. Yaaa, bagi saya, ndak apa-apa karena saya mengabdi untuk negeri  dimulai dari yang kecil, mulai sekarang, dan mulai dari diri sendiri,” tandasnya sambil tersenyum simpul. (rinaldi/d)