Wednesday, 21 November 2018

Kisah Pejuang Perempuan Melawan ISIS

Rabu, 16 Juli 2014 — 16:05 WIB
Kurdistan Female01-n

IRAK – Pagi yang cerah di lokasi militer di pinggiran Sulaimaniya, sebuah kota di daerah otonomi Kurdistan, Irak utara.

Kurdistan Female02-330

Kolonel Rashid mengatakan pasukan perempuannya berlatih setiap hari dan siap bertempur.

Sekilas tempat ini terlihat seperti lokasi militer lainnya. Namun rambut panjang yang diikat dan ditaruh di bawah topi dan sedikit riasan pada wajah, menunjukkan perbedaan.

Ini adalah unit perempuan dari Peshmerga -Pasukan keamanan daerah Kurdistan- yang sedang menjalani pelatihan intensif. Pasukan terlihat serius dan fokus meskipun panas terik melanda musim panas Irak.

Beberapa anggotanya bersiap-siap untuk pergi bertempur melawan militan dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kurdistan Female03

Unit ini terdiri dari beberapa ratus pejuang perempuan yang semuanya merupakan relawan.

Wartawan BBC Shaimaa Khalil bertemu dengan anggota unit elit perempuan ketika mereka bersiap-siap untuk bertempur melawan ISIS.

Komandan Unit, Kolonel Nahida Ahmed Rashid, mengatakan unit ini dibentuk pada tahun 1996 untuk melawan loyalis mantan Presiden Saddam Hussein.

Hanya beberapa yang pernah bertempur, tetapi banyak mengatakan kepada komandan mereka, mereka ingin berjuang sejak ISIS menduduki sebagian besar wilayah Irak utara dan barat bulan lalu.

“Mereka telah dilatih dengan pasukan khusus. Beberapa sudah berjuang bersama rekan-rekan pria dan saya akan mengirim beberapa orang untuk ke Kirkuk segera. Saya sendiri belum lama ini berada di Kirkuk.”

Salah satu perempuan di unit tersebut adalah Awas Tawfiq. Dia juga akan berangkat bertempur.

“Saya sangat senang – Saya sudah berlatih selama delapan tahun untuk ini,” katanya. “Saya tidak takut, saya tahu saya akan membela negara saya, saya sangat bersemangat untuk pergi.”

Awas Tawfiq adalah seorang ibu dari dua anak laki-laki remaja. Ia bercerai dari suaminya. Dia menghabiskan dua hari seminggu di tempat militer dan empat lainnya bersama anak-anaknya.

Awas Tawfiq mengatakan anak-anaknya mengetahui dia berjuang untuk tujuan baik dan mereka sangat mendukungnya.

Kolonel Rashid juga menjelaskan para keluarga sangat mendukung keputusan anak dan saudara perempuan mereka untuk bergabung dengan pasukannya.

“Saya punya anak perempuan -dia berusia 10 tahun- dan ketika dia melihat video serangan ISIS di Facebook dan di internet, dia bilang: ‘Tolong ibu, kalau ibu pergi bertempur, tolong bawa saya.'” – bbc/d.

foto-foto : Dailymail