Friday, 18 August 2017

Andi Mallarangeng Berharap Hakim Adil Jatuhkan Vonis

Jumat, 18 Juli 2014 — 13:26 WIB
andi-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alifian Mallarangeng berharap mendapat putusan yang adil dari Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta atas perkara dugaan korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang yang dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepadanya.

“Di sini saya mencari keadilan. Saya mengharapkan bahwa vonis yang diputuskan majelis hakim, vonis yg adil sesuai dengan fakta persidangan,” katanya, sebelum menjalani sidang dengan agenda vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/7).

Menurutnya, berdasarkan fakta di persidangan, tampak jelas tidak ada seorangpun saksi yang bisa membuktikan tuduhan KPK di persidangan. “Tidak ada bukti bahwa saya menyalahgunakan wewenang, memperkaya diri sendiri, atau orang lain, atau korporasi,” ujarnya.

Karena itu ia pun berkeras tidak pernah melakukan korupsi dalam proyek P3SON di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. “Saya tidak pernah menerima uang, meminta uang, ataupun memperkaya dengan menyalahgunakan kewewenangan saya,” tepisnya.

Pada kesempatan itu, eks Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut kembali menyebut bahwa tuntutan jaksa hanya berdasarkan spekulasi dan asumsi. “Bukan berdasarkan fakta-fakta persidangan,” tukasnya.

Sebelumnya, Andi dituntut pidana 10 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK, Senin (30/6). Selain itu, eks Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu juga dituntut pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar.

Jaksa menilai, Andi terbukti bersalah menyalahgunakan wewenang dalam proses penganggaran proyek Pusat P3SON Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan memperkaya diri sendiri, korporasi, dan atau orang lain.

Atas tuntutan itu Andi pun menanggapi santai. Ia hanya berharap hakim dapat mengadilinya sesuai fakta persidangan. “Saya serahkan semuanya kepada majelis hakim, kalau tuntutan kan hanya strategi jaksa saja,” tuntasnya.

Sidang vonis yang dipimpin Hakim Haswandi itu sedianya dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 namun baru dilaksanakan sekitar pukul 10.45. Sidang kemudian diskors sekitar pukul 11.45 karena memasuki waktu ibadah Salat Jumat dan akan dimulai kembali sekitar pukul 13.00.

(yulian/sir)